SIANTAR, HETANEWS.com - Ratusan korban investasi bodong FS, anggota DPRD Siantar masih bebas berkeliaran, meski sudah dilaporkan ke Polres Siantar. Sudah hampir 1 tahun, penanganan kasusnya tak kunjung jelas.

Sejumlah korban yang ikut dalam unjukrasa di kantor Kejaksaan Negeri Siantar, Senin (5/8/2022) meminta perhatian Kapolri untuk memeriksa sejumlah oknum yang diduga ikut menghalangi-halangi kasus FS.

"Tolong Bapak Kapolri, ada FS di Siantar yang sudah menipu korban hingga 5,7 M. Banyaknya uang itu sudah bisa buat penyidik dan jaksa jalan jalan ke luar negeri,' kata salah seorang korban investasi bodong di depan kantor tersebut di jalan Sutomo Siantar.

Ratusan massa membawa berbagai spanduk bertuliskan " Pak Kapolri Pak Kapoldasu ada FS di Pematangsiantar, Ada Investasi Bodong di Pematangsiantar, Terlapor Masih Bebas berkeliaran'. Spanduk juga bertuliskan agara Ibu Megawati dan Rafidin Simbolon Bantu Bayarkan kewajiban (Utang) kadermu".

"Sudah 1 tahun 8 bulan perkara penipuan investasi bodong tidak jelas"

Para rasa mendapat pengawalan ketat dari puluhan petugas Polresta Siantar diterima Kasi Intel Rendra Yoki Pardede dan Kasi Pidum Edi S Tarigan. Menjelaskan jika perkara tersebut menjadi apresiasi pihak kejaksaan, hanya saja berkas perkara tersebut belum sampai di Kejaksaan.

Untuk itu massa meminta agar Polresta Siantar segera mengirimkan berkas perkara ke Kejaksaan Negeri Pematangsiantar. Apalagi menantu FS sudah dihukum dalam kasus tersebut.