HETANEWS.com - Kadiv Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan bahwa setiap orang mempunyai hak untuk mengingkari suatu sangkaan.

Hal ini dikatakan Dedi menyikapi adanya surat tertulis dari Ferdy Sambo yang menyebut Brigjen Hendra Kurniawan tak terlibat dalam kasus perusakan kamera CCTV saat penembakan Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.

“Orang terdakwa, tersangka sekalipun, sesuai Pasal 66, dia punya hak untuk mengingkar,” ucap Dedi Prasetyo kepada wartawan, Jumat, 2 September 2022.

Sebelumnya, surat pernyataan tertulis Ferdy Sambo itu sempat diunggah oleh Seali Syah, istri Brigjen Hendra Kurniawan melalui Instagram Story pribadinya.

Dalam surat itu, Ferdy Sambo menjelaskan ihwal masalah tersebut yang pada intinya Brigjen Hendra Kurniawan dan Kombes Agus Nurpatria tidak terlibat dalam perusakan DVR CCTV di pos satpam.

Sementara yang dilaporkan Brigjen Hendra Kurniawan dan Kombes Agus Nurpatria adalah adanya tindakan pengamanan DVR CCTV di dalam rumah dinas Duren Tiga oleh Pusinafis Bareskrim Polri yang tidak sesuai prosedur.

Atas dasar itu, Ferdy Sambo menuliskan dengan adanya surat tersebut diharapkan bisa menjadi keterangan tambahan bagi penyidik dan berharap penyidik tidak memproses hukum orang yang tidak bersalah.

Kendati demikian, menurut Dedi, keputusan bersalah atau tidaknya status hukum seseorang hanya ditentukan di tangan hakim pengadilan.

Adapun dalam memutuskan perkara, hakim membuat penilaian dan keputusan berdasarkan fakta yang dihadirkan di persidangan.

Dengan begitu, ia tidak mempermasalahkan adanya surat pernyataan tentang tidak terlibatnya Brigjen Hendra Kurniawan dalam kasus perusakan CCTV di Duren Tiga.

“Monggo, silakan, tapi fakta persidanganlah yang dinilai oleh hakim. Hakim yang menilai semuanya berdasarkan fakta persidangan, keterangan para saksi, dan alat bukti lainnya, baru nanti hakim memutuskan secara kolektif kolegial apa keputusannya,” ujar Dedi, dikutip Pikiran-Rakyat.com dari PMJ News.

Adapun saat ini Brigjen Hendra Kurniawan telah ditetapkan tersangka bersama enam perwira polisi lainnya termasuk Ferdy Samdo dalam perkara obstruction of justice atau menghalangi pengusutan kasus pembunuhan Brigadir J.

Hendra Kurniawan ditetapkan tersangka bersama Kombes Pol Agus Nurpatria, AKBP Arif Rahman Arifin, Kompol Chuck Putranto, Kompol Baiqui Wibowo, dan AKP Irfan Widyanto.

Baca juga: Netizen Soroti Gaya Hidup Polisi: Outfit Dirtipidum Andi Rian Djajadi Harganya Jutaan

SUMBER: Pikiran Rakyat