SIANTAR, HETANEWS.com - Majelis hakim Pengadilan Negeri Pematang Siantar yang diketuai Rinto Leony Manullang menjatuhkan vonis lebih ringan kepada 2 terdakwa pengecer sabu disidang Kamis (1/9/2022).

Terdakwa Syafriyadi Singgih (27) dihukum 6 tahun 6 bulan, denda Rp 1.820.000.000 subsider 3 bulan. Sebelumnya, terdakwa dituntut 7 tahun oleh jaksa Heri Santoso dengan denda subsider 6 bulan penjara.

Syafriadi merupakan residivis atau sudah pernah dihukum dalam kasus yang sama. Ia terbukti menyuruh terdakwa Nur Iman (21) untuk menjualkan sabu sebanyak 6 paket.

Sedangkan Nur Iman,warga Kelurahan Banjar divonis 6 tahun dan denda yang sama. Putusan Nur Iman sama dengan tuntutan JPU.

Faktanya, Nur Iman lebih dulu ditangkap oleh personil Polres Siantar Hotman Aritonang dkk. Dari jalan Patuan Nagari Siantar Utara pada Selasa, 15 Maret 2022, dan petugas menyita barang bukti (BB) 6 paket sabu seberat 0,58 gram.

Ke-6 paket sabu diakui Nur Iman diperoleh dari terdakwa Singgih, sehingga petugas melakukan pengembangan. Hingga Singgih berhasil ditangkap dari pinggir jalan dekat rumahnya di Bah Kapul Kelurahan Sigulang-gulang.

Dari terdakwa Singgih disita 14 paket sabu seberat 1,11 gram yang diakui dibeli dari Hutabarat (DPO). Kepada petugas, Singgih mengaku membeli 5 gram sabu dengan harga Rp.3,5 juta.

Kemudian dibagi menjadi 40 paket untuk diedarkan. Sebahagian sudah terjual termasuk 6 paket yang ditemukan dari terdakwa Nur Iman.

Atas putusan tersebut, baik terdakwa maupun jaksa dapat menerima ataupun mengajukan banding. Persidangan dibangun panitera Meinizar dinyatakan selesai dan ditutup.