SIMALUNGUN, HETANEWS.com - Liston Silalahi (48) warga Tanah Jawa Simalungun, dituntut hukuman 5,6 tahun. Denda Rp 800 juta, jika tidak mampu membayar denda diganti pidana penjara selama 6 bulan.

Terdakwa dipersalahkan jaksa melanggar pasal 112 (1) UU RI No 35/2009 tentang narkotika, yang ancaman hukumannya paling lama 12 tahun. Ia terbukti memilik narkotika jenis sabu 0,76 gram.

"Menuntut agar terdakwa dijatuhi pidana penjara selama 5 tahun 6 bulan," kata jaksa disidang PN Simalungun, Kamis (1/9/2022).

Menurut jaksa Barry Sihombing, terdakwa ditangkap dari cafe Lala di simpang RS Balimbingan Kecamatan Tanah Jawa pada Selasa, 5 April 2022. Personil Polres Simalungun Syarif Noor Sholin dan Sandro Purba sebelumnya telah mendapatkan inf6jika di cafe tersebut sering dijadikan tempat transaksi dan juga penyalahgunaan narkoba.

Berangkat dari informasi tersebut, petugas melakukan penggerebekan dan berhasil menangkap terdakwa beserta barang bukti. Sabu tersebut diakuinya diperoleh dengan cara cuma cuma dari Jeta Hutabarat (DPO) di cafe Lala itu.

Menanggapi tuntutan jaksa itu, Liston didampingi pengacara prodeo dari Posbakum PN Simalungun Josia Manik memohon kepada hakim agar hukumannya diringankan.

Karena ia sangat menyesali perbuatannya dan berjanji tidak akan mengulangi lagi. "Saya mohon agar hukuman saya diringankan Bu Hakim," katanya.

Sedangkan jaksa menyatakan tetap pada tuntutan dan hal yang memberatkan terdakwa menurut jaksa karena tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan narkoba.

Persidangan dipimpin hakim Nurnaningsih Amriani dinyatakan ditunda hingga Rabu (7/9/2022), untuk pembacaan putusan.