SIANTAR, HETANEWS.com - Pemerintah kota dan Kejaksaan Negeri [Kejari] Siantar akan mendirikan tempat rehabilitasi bagi pengguna narkoba.

Hal itu disampaikan Walikota Siantar Susanti Dewayani saat menerima Kunjungan Kerja Bersama DPRD, Kesbangpol, BNN Provinsi Sumatera Utara (Sumut), dan BNN Kota Siantar di Ruang Kerja Wali Kota, Kamis (1/9/2022).

Menurut Susanti peredaran narkoba harus berkolaborasi antar instansi apalagi Kota \Siantar menyandang berstatus siaga ke arah darurat.

Ia mengatakan upaya menggalakkan kegiatan kreatif dan positif untuk anak milenial, seperti stand up komedi dan Digital Fest untuk memberikan ruang kreatif bagi anak-anak muda, diharapkan dapat terhindar dari lingkungan negatif.

Selain itu, kata mantan Dirut RSUD Djasamen ini, dalam waktu dekat, Pemko Siantar akan bekerjasama dengan Kejari Pematang Siantar untuk membangun Rumah Rehabilitasi bagi para pengguna narkoba.

“Pemerintah Kota Pematang Siantar siap berkolaborasi dengan instansi terkait seperti BNN dalam hal menyelamatkan generasi muda dari bahaya penyalahgunaan narkoba," kata Susanti dalam keterangan tertulis Mitra Pemko Siantar.

Pada kesempatan tersebut, Ketua Komisi A DPRD Provinsi Sumut M Andri Alfisah mengatakan, data kawasan rawan Narkoba Tahun 2021, data yang diperoleh di Siantar kawasan waspada 5 Lokasi, sedangkan kawasan berbahaya ada 41 Kawasan.

Tahun 2022-2023, DPRD dan Pemprov Sumut akan melakukan Intervensi 300 Desa Bersinar. Untuk P-APBD 2022 akan dilakukan 50 Desa Bersinar dan pada tahun 2023 ada 250 Desa Bersinar.

"Jadi maksud kunjungan kami ke Kota Pematang Siantar untuk meninjau salah satu Kelurahan Bersinar yang ada. Untuk dilakukan observasi secara langsung dan sebagai studi kasus perbandingan bagi kami," ucapnya.

Baca juga: Penanaman Modal Dioptimalisasi Melalui Pemanfaatan Barang Milik Daerah