SIANTAR, HETANEWS.com - Kejaksaan Negeri Pematangsiantar melalui Kasi Intel Rendra Yoki Pardede menjelaskan jika berkas perkara Fitri Ari Matondang (23), wanita viral yang nekat menabrak ruang SPKT Polres Siantar pada 21 Maret 2022 lalu, dikembalikan ke Polres Siantar.

Alasannya, pihak penyidik belum memenuhi unsur pidana berdasarkan petunjuk P-19 jaksa.

"Hingga batas waktu yang telah ditentukan, penyidik Polres belum memenuhi petunjuk jaksa melalui (P-19). Sehingga SPDP (Surat pemberitahuan dimulainya penyidikan) dan berkasnya sudah dikembalikan," jelas Rendra menjawab pertanyaan hetanews.com, Selasa (20/8/2022) di ruang kerjanya.

Sebelumnya, Kejari Pematang Siantar telah melakukan penelitian berkas sejak dilakukan tahap 1, yakni penyerahan berkas dari penyidik ke JPU, pada April 2022 lalu.

Sempat viral, Fitri warga jalan Jok Salamuddin Kelurahan Siantar Estate Kecamatan Siantar Kabupaten Simalungun nekat menabrak ruang SPKT Polres Siantar di jalan Sudirman. Dengan sepeda motornya, dari jalan Sutomo langsung menerobos kantor polisi dan memporak porandakan ruang SPKT pagi itu.

Dalam peristiwa itu, spontan Kapoldasu langsung turun meninjau TKP dan sejak saat itu pelaku diperiksa dan diobservasi kejiwaannya. Polisi juga melakukan pemeriksaan motif yang melatarbelakangi perbuatan pelaku.

Diduga, pelaku kesal karena sempat ditegur petugas Satlantas saat melintas di jalan Sutomo. Lalu dengan kecepatan tinggi langsung menabrakkan diri ke kantor polisi tersebut.

Kepada pelaku sempat disangkakan pasal 212 KUHP tentang melakukan/melawan petugas, atau pasal 335 KUH atau pasal 406 tentang pengrusakan.

Sebelumnya, penyidik juga menjelaskan jika Pelaku diduga memiliki sedikit paham yang aga berbeda. Seperti yang diungkapkan Kapoldasu beberapa waktu lalu.

Bermula, pelaku yang ingin menikah lagi dilarang orangtuanya lalu pelaku ijin memakai sepeda motor dari orangtuanya karena ingin bertemu salah seorang pimpinan pesantren. Tapi dalam perjalanan, tepatnya di jalan Sutomo Siantar melihat petugas polisi dan ia berhalusinasi.

Langsung menabrak petugas bernama Marwan hingga sepeda motor yang dikendarainya naik ke trotoar jalan Sutomo waktu itu. Lalu petugas berusaha menghentikan pelaku yang langsung tancap gas dan menabrak ruang SPKT.

Sehingga mengakibatkan pintu, dinding kaca pecah dan mengakibatkan ruang SPKT hancur.