JAKARTA, HETANEWS.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengklarifikasi bahwa tambahan bantuan langsung tunai (BLT) tak akan mengambil dari pos subsidi energi yang sebesar Rp502,4 triliun.

"(Subsidi energi) Rp502 triliun itu tetap," ungkap Sri Mulyani di Gedung DPR RI, Senin (29/4).

Ia menjelaskan pemerintah belum menentukan sumber dana untuk menambah subsidi BBM yang sebesar Rp24,17 triliun. Hal yang pasti, dananya akan berasal dari APBN.

"(Dana tambahan subsidi BBM) dari APBN. Pokoknya nanti akan kami sampaikan," terang Sri Mulyani.

Sementara, Sri Mulyani menjelaskan anggaran subsidi energi tak akan dikurangi karena alokasi pertalite dan solar bersubsidi berpotensi jebol pada Oktober 2022. Dengan begitu, negara harus menambah alokasi agar cukup sampai akhir tahun.

Sejauh ini, alokasi pertalite sebanyak 23 juta kiloliter (kl) dan solar bersubsidi 15 juta kl. Pemerintah memproyeksi alokasi pertalite jebol menjadi 29 juta kl dan solar menjadi 17 juta kl.

Dengan asumsi kurs Rp14.700-Rp14.800 per dolar AS, Sri Mulyani memproyeksi anggaran subsidi energi berpotensi tembus Rp698 triliun.

"Dengan perkembangan itu, subsidi dan kompensasi yang sudah kami naikkan ke Rp502 triliun, itu tidak mencukupi, artinya Rp502 triliun sudah pasti dipakai semua, bahkan akan naik menjadi Rp698 triliun, karena tadi volume naik dan kurs lebih lemah dan harga minyak di atas US$100 per barel," jelas Sri Mulyani.

Sebelumnya, Sri Mulyani mengatakan akan menambah subsidi BBM dengan mengalihkan subsidi energi yang diberikan tahun ini.

"Saya bersama dengan menteri sosial dan gubernur Bank Indonesia diminta untuk menyampaikan kepada masyarakat bahwa pemerintah akan memberikan bantalan sosial tambahan sebagai bentuk pengalihan subsidi BBM Rp24,17 triliun," ucap Sri Mulyani.

Tambahan subsidi tersebut adalah bansos atau BLT sebesar Rp600 ribu kepada 20,65 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dan BLT sebesar Rp600 ribu untuk 16 juta pekerja bergaji di bawah Rp3,5 juta per bulan.

Sumber: cnnindonesia.com