SIANTAR, HETANEWS.com - Jaksa Robert O Damanik menuntut terdakwa Steven Sihaloho (33) selama 7,6 tahun denda Rp.2 milyar. Jika denda tidak dibayar diganti pidana penjara selama 6 bulan.

Warga jalan Tigaras Sibuntuon Kecamatan Dolok Pardamean dipersalahkan melanggar pasal 114 (1) UU RI No.35/2009 tentang narkotika dengan ancaman pidana paling lama 20 tahun atau hukuman mati.

Atas tuntutan jaksa disidang Senin (29/9/2022) PN Siantar, terdakwa didampingi pengacara Tommy Saragih Dati Posbakum PN Siantar memohon kepada hakim agar hukumannya diringankan. Dengan alasan, terdakwa Steven belum pernah dihukum juga menyesali perbuatannya.

Menurut JPU, terdakwa ditangkap saat istirahat di RM Tessa jalan Saribudolok Kelurahan Nagahuta Siantar Simarimbun pada Sabtu 19 Maret 2022.

Malam itu terdakwa baru pulang dari Medan menjemput sabu pesanannya dari Sela Pirman Turnip (belum tertangkap).

Sebelumnya, sabu tersebut dipesan dengan harga Rp 2 juta dengan cara lebih dulu mentransfer uang ke rekening BNI atas nama Arjuna Turnip. Terdakwa berangkat dari kampungnya dan transaksi di loket Intra Medan.

Usai menerima sabu, terdakwa kembali ke Siantar dan berhasil ditangkap oleh saksi A Sihombing dan Riki Hanjaya yang sebelumnya telah mendapatkan informasi. Barang bukti sabu sebanyak 7, 66 gram (netto) disita dari saku celana terdakwa, sebuah hape dan juga timbangan digital Dati dalam tas berwarna coklat.

Dengan barang bukti tersebut, terdakwa langsung dibawa ke Polres sesuai hukum yang berlaku.

Persidangan dipimpin hakim Irwansyah P Sitorus dinyatakan ditunda hingga Senin mendatang untuk pembacaan vonis.

"Sidang ditunda hingga Senin depan untuk putusan," kata Irwansyah sambil mengetuk palu sidang.