JAKARTA, HETANEWS.com - Deolipa Yumara, mantan kuasa hukum Bharada E berikan pesan menohok kepada Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi atau Kak Seto. Deolipa dengan tegas mempertanyakan mengapa Kak Seto selaku pemerhati anak mau urusi anak tersangka Ferdy Sambo.

Padahal menurut Deolipa, ada anak-anak jalanan yang harusnya lebih layak dapat perhatian lebih. Diketahui, Kak Seto mendatangi Bareskrim Polri untuk membahas terkait perlindungan anak-anak dari Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi.

“Kami melihat bahwa atau mendengar bahwa beberapa putra putri dari Pak FS ini dalam keadaan tertekan karena mendapatkan perundungan,” ujar Kak Seto, Selasa 22 Agustus 2022, dilansir dari PMJ NEWS.

Kak Seto menuturkan, dalam Undang-undang terdapat amanat terkait perlindungan anak dari kekerasan.

“Amanat Undang-Undang bahwa setiap anak wajib dilindungi dari berbagai tindak kekerasan yang dilakukan oleh baik orang dewasa maupun oleh anak-anak,” tambahnya.

“Dan ini termasuk anak yang membutuhkan perlindungan khusus, karena apa? Karena dia harus terpisah dari kedua orang tuanya sementara yang masih ada adalah yang paling kecil adalah masih di SD dan yang paling bungsu adalah satu setengah tahun,” sambungnya.

Menyikapi hal ini, Deolipa selaku akrivis 98 tersebut menyampaikan keberatannya. Hal ini diungkapkan oleh Deolipa dalam program salah satu televisi swasta 'Catatan Demokrasi'.

"Kepada Kak Seto, Kak Seto ngapain ngurusin anaknya Ferdy Sambo? anak jalanan banyak Pak, di Blok M, di Depok, di Cilincing lebih banyak lagi tuh anak terlantar ngapain bapak capek-capek ketemu Ferdy Sambo untuk ngurusin anaknya, buat apa pak? " kata Deolipa, dilansir Rabu 24 Agustus 2022.

"Jangan bikin malu psikologi UI pak, malu saya pak," sambung Deolipa.

Menurut Deolipa lebih baik Kak Seto urus anak jalanan karena Ferdy Sambo merupakan keluarga mampu.

"Mending dia belain sana, Pak Ferdy Sambo kan udah kaya ada keluarga besarnya, ngapain Kak Seto Pansos disitu? bikin malu saya aja" tegas Deolipa.

Deolipa tak setuju usulan Kapolri dinoantifkan

Deolipa Yumara tidak setuju dengan usulan bahwa Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo perlu dinonaktifkan sementara. Bahkan Deolipa berani mengatakan kalau dirinya akan jadi orang pertama yang bakal membela Listyo Sigit jika usulan tersebut benar dilakukan.

Deolipa menilai Komisi III DPR baru 'bernyanyi' saat kasus pembunuhan Brigadir J yang melibatkan Ferdy Sambo posisinya sudah berada diujung. Diketahui bahwa usulan penonaktifan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo diajukan oleh Anggota Komisi III DPR Fraksi Demokrat, Benny Kabur Harman.

"Tidak! Kapolri, kepada masyarakat Indonesia, saya adalah pembela satu-satunya. Jadi jangan pernah ada yang meminta Kapolri itu mundur," kata Deolipa saat menggelar konferensi pers di Hotel Bidakara pada Senin, 22 Agustus 2022 kemarin.

"Komisi III DPR itu gak pernah nyanyi kan? Ketika udah diujung, terbuka semua dia baru nyanyi-nyanyi," ucapnya menambahkan.

Justru Deolipa memberikan dugaan adanya sebuah pesanan yang mana memang ingin menggulingkan kinerja Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Padahal, menurut Deolipa, Kapolri masih bekerja dengan baik dan penuh keprofesionalan.

Ia pun meminta kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk tidak mempercayai apa yang diusulkan DPR dan terus fokus mendukung kinerja Kapolri dalam menuntaskan kasus pembunuhan Brigadir J.

"Siapa tahu ada pesanan. Tapi saya bilang jangan pernah menurunkan Kapolri dan Wakapolri, saya akan jadi pembelanya. Paham?," paparnya.

Sumber: disway.id