JAKARTA, HETANEWS.com - Memperingati Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke-77 tepat 17 Agustus 2022, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menegaskan tetap berupaya melakukan kerja keras transformasi kesehatan. Upaya ini demi mewujudkan Indonesia yang lebih sehat.

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menyampaikan, upaya memperbaiki kesehatan dan peningkatan pelayanan kesehatan termasuk salah satu hal dalam mengisi kemerdekaan. Apalagi pandemi COVID-19 menjadi 'suntikan' penggerak untuk membangun ketahanan kesehatan.

"Di masa pandemi COVID-19, kesehatan menjadi modal utama untuk kita dalam mengisi kemerdekaan," ujar Budi Gunadi melalui keterangan resmi yang diterima Health Liputan6.com dalam edisi ucapan Dirgahayu Republik Indonesia ke-77 pada Selasa, 16 Agustus 2022 malam.

"Sebagaimana demi melanjutkan cita-cita para pendiri bangsa, untuk itu kami bekerja keras melakukan transformasi di bidang kesehatan demi memberikan pelayanan terbaik dalam mewujudkan Indonesia sehat bagi rakyat."

Ada enam jenis transformasi kesehatan yang akan dilakukan Kemenkes, yaitu transformasi Layanan Primer, Layanan Rujukan, Sistem Ketahanan Kesehatan, Sistem Pembiayaan Kesehatan, SDM Kesehatan, dan Teknologi Kesehatan.

Transformasi di bidang kesehatan ini diinisiasi oleh Menkes Budi Gunadi. Implementasi transformasi kesehatan ini akan dikejar sampai tahun 2024.

Menkes Budi Gunadi Sadikin memaparkan, salah satu yang utama adalah Kemenkes juga berfokus dalam upaya preventif dan promosi kesehatan.

“Kami melakukan enam transformasi pertama adalah layanan primer ini yang paling penting di promotif preventif, yang kedua adalah transformasi layanan rujukan rumah sakit," papar Budi Gunadi dalam keterangannya, Selasa (31/5/2022).

"Ketiga transformasi sistem ketahanan kesehatan ini kalau ada pandemi lagi supaya kita lebih siap dari sisi obat-obatan, alat-alat kesehatan, tenaga kesehatan cadangan itu masuk ke sana, termasuk surveilans terhadap penyakit menular kita ingin pastikan baik lokal, nasional maupun regional itu harus siap."

Transformasi keempat adalah transformasi sistem Pembiayaan Kesehatan. Hal ini sebagian besar ada di BPJS Kesehatan, namun ada juga asuransi swasta dan harus dipastikan bahwa ini sustainable.

Transformasi kelima adalah SDM Kesehatan dan keenam adalah transformasi Teknologi Kesehatan, yang berkaitan dengan teknologi informasi dan bioteknologi.

SUMBER: LIPUTAN6.COM