HETANEWS.com - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Gunungsitoli kembali menerima audiensi Partai Buruh dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Nias dalam rangka persiapan tahapan Pemilu 2024, di Kantor Bawaslu Kota Gunungsitoli, Desa Sifalaete, Kec Gunung Sitoli Kota Gunungsitoli, Selasa (16/08/2022).

Audiensi dari Partai dan Mahasiswa ini disampaikan Anggota Bawaslu Kota Gunungsitoli Nur Alia Lase kepada awak media bahwa kedatangan Parpol dan HMI Nias merupakan dua rangkaian berbeda tapi tetap dalam ruang lingkup mensukseskan Pemilu 2024.

Dikatakan, Audiensi pertama datang dari Partai Buruh Kota Gunungsitoli yang diketuai Ferdinan Harefa didampingi pengurus lainnya, ini merupakan Agenda Partai seperti biasanya untuk silaturahmi dan memperkenalkan Partai Buruh ke Bawaslu Kota Gunung Sitoli.

"Seperti Agenda parpol lainnya mereka melaporkan dan menyerahkan SK kepengurusan Partai Buruh ke Bawaslu," Ujar Nur Alia.

Kedatangan pengurus Partai Buruh di terima oleh Anggota Bawaslu Kota Gunungsitoli Nur Alia Lase dan Go.ozisokhi Zega, mengajak pengurus Partai Buruh untuk berperan aktif mengikuti tahapan sesuai aturan PKPU dan surat keputusan KPU terbaru.

"Kami mengajak partai berkolaborasi dengan Bawaslu menjadi pengawas partisipatif sebagai bagian dari pencegahan dan Bawaslu siap menindaklanjuti semua dugaan pelanggaran yang terjadi selama tahapan Pemilu 2024," pungkas Nur.

Sedangkan Audiensi lanjutan dari HMI Nias yang diketuai Arsyid Nurman Tanjung berdiskusi tentang tahapan Pemilu khususnya bagian pengawasan sebagai wujud kepedulian mereka menjadi pengawas parsitipatif untuk mensukseskan Pemilu 2024 yang berkualitas.

Kepada pengurus HMI Nias, Nur Alia menyampaikan bahwa peran organisasi dalam pengawasan sangatlah di harapkan, dan mengajak HMI Nias untuk menjadi Pemantau Pemilu 2024.

"Kami mengajak HMI Nias mendaftar menjadi pemantau Pemilu sesuai UU No 7 tahun 2017 dan akreditasi pemantau Pemilu di keluarkan oleh Bawaslu atau bisa juga menjadi pengawas partisipatif dengan membuat kerjasama pengawasan dalam bentuk MOU atau bisa ikut serta mendaftarkan diri menjadi penyelenggara adhock," beber Nur Alia.

Mewujudkan Pemilu 2024 berkualitas memiliki Tantangan dalam masyarakat sehingga diajak kepedulian Parpol, komunitas, mahasiswa menjadi bagian dari pengawas partisipatif memantau dan melaporkan ke Bawaslu demi menciptakan kesuksesan Pemilu 2024.

"Berbagai tantangan mewujudkan pemilu berkualitas dimana masih adanya politik uang, netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN), politisasi SARA (suku, agama, ras, dan antar-golongan) serta akurasi DPT (daftar pemilih tetap), maka Bawaslu mengharapkan semua pihak stakeholder menjadi pengawas bagi diri sendiri, keluarga, lingkungan tempat tinggal dan pekerjaan serta komunitas atau organisasi," tutup Nur Alia