HETANEWS.com - Simak sejarah mikrofon yang digunakan Soekarno atau Bung Karno saat membacakan tesk Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Benarkah curian dari Belanda?

Seorang mantan pejabat tinggi Indonesia menampik bahwa mikrofon yang digunakan Bung Karno saat pembacaan Proklamasi bukan merupakan hasil curian dari Belanda.

Justru mikrofon tersebut merupakan milik Gunawan dari Radio Satriya, yang yang sejak dulu bertempat tinggal dan berusaha di jalan Salemba Tengah 24 Jakarta.

Disebutkan bahwa mikrofon yang dipakai Soekarno hasil buatan Gunawan sendiri, versteker (Amplifier atau penguat suara) maupun band-nya yang dibuat dari Zilverpapiar.

Semua itu adalah hasil dari kecerdasan otak serta keterampilan tangan seorang pemuda Indonesia bernama Gunawan.

Sejarah Mikrofon Proklamasi

Pada tanggal 17 Agustus pagi. Wilopo dan Njonoprawoto mengendarai sebuah mobil datang untuk meminjam mikrofon. Namun, mereka tidak memberi tahu Gunawan untuk keperluan apa mikrofon itu.

Waktu itu, wilopo bekerja di Balai Kota Jakarta sebagai pembantu Suwiryo, wakil walikota Jakarta yang juga mantan ketua umum Partai Nasional Indonesia.

Karena Wilopo dan Njonoprawoto tidak bisa memasang mikrofon tersebut, maka Gunawan Menyuruh seorang anggota keluarganya, Sunarto (21 tahun) yang cukup ahli, untuk ikut mereka.

Baru di dalam mobil, Sunarto diberitahu, bahwa mikrofon itu akan diperlukan untuk Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

Sunarto (kemudian bekerja sebagai pengusaha dan bertempat tinggal di bogor) kemudian memasang mikrofon yang beriwayat itu di Pegangsaan Timur 56 pada 17 Agustus 1995.

Setelah selesai dipakai, siang tu juga mikrofon diserahkan kembali oleh saudara Wilopo kepada saudara Gunawan.

Baik pada waktu membawanya ke Pegangsaan Timur Maupun waktu dibawanya kembali ke Salemba Tengah, mikrofon tersebut seolah-olah telah mendapat "salvo kehormatan" dari tentara Jepang. yaitu berupa tembakan senapan.

Masing-masing suara tembakan itu terdengar di muka RSUD dan dimuka Ika Daigaku (Sekolah tinggi Kedokteran, yaitu UI sekarang).

Dimana Mikrofon itu Sekarang?

Pada sekitar tahun 1960, mikrofon beserta standarnya tapi tanpa versterker lagi itu telah diminta oleh saudara Harjoto.

Harjoto (waktu itu Sekjen Kementerian Penerangan) bermaksud untuk menyalakan mikrofon itu kepada Soekarno agar nantinya disimpan dalam Monas (Monumen Nasional).

Tetapi, sejak saat itu saudara Harjoto tidak tau lagi dimanakah mikrofon itu berada. Bahkan belum diketahui keberadaannya hingga saat ini.

Harus diakui, bahwa disamping kertas dengan teks Proklamasi dan Bendera Pusaka, mikrofon inilah benda bersejarah yang pantas kita simpan sepanjang masa.

Sumber: pikiran-rakyat.com