Simalungun, HETNEWS.com - Memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-77 tahun 2022, inilah prestasi Kejaksaan Negeri Simalungun yang berhasil tangkap 3 koruptor di negeri ini khususnya di Kabupaten Simalungun.

"Dedikasi Untuk Negeri" prestasi Kejaksaan Negeri Simalungun patut diapresiasi.

Seperti dalam pemberitaan hetanews, institusi APH ini patut mendapat acungan jempol. Pasalnya dibawah kepemimpinan Bapak Bobbi Sandri, berhasil menangkap 3 koruptor. Dalam tempo Januari - Agustus 2022.

"Hal ini menjadi suatu hal yang patut diapresiasi. Keberhasilan Kejari Simalungun dalam mengusut tuntas pelaku korupsi di negeri ini menjadi suatu prestasi yang baik dalam penegakan hukum. Semoga kinerja Kejari Simalungun semakin lebih baik lagi dengan berbagai prestasinya dalam penegakan hukum,".

Demikian dikatakan advokat Dahyar Harahap dari DPC PERADI Siantar - Simalungun ketika ditanya hetanews, Selasa (16/8/2022).

Sementara itu Kepala Kejaksaan Negeri Simalungun Bobbi Sandri di ruang kerjanya menjelaskan 3 koruptor yang berhasil ditangkap.

Harles Sianturi (57) selaku Kepsek SMPN 1 Dolok Silou Saran Padang. PNS aktif ini berhasil ditangkap jaksa pasca 3 kali mangkir dari panggilan jaksa sebagai tersangka.

Ia ditangkap dan disidangkan di PN Tipikor karena melakukan korupsi dana bos afirmasi tahun 2019 yang bersumber dari APBN (Kementerian pendidikan). Kasusnya disidangkan dan PNS itu dihukum 3,6 tahun penjara.

Koruptor yang ke-2 ARRY Wibowo (34) warga Tebing Tinggi. Dengan jabatannya sebagai Mantri di kantor BRI Unit Perdagangan telah menyalahgunakan wewenangnya dan mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp 600 juta.

Peran AW sebagai Mantri Unit BRI atau marketing melakukan perekrutan nasabah/debitur dalam penyaluran dana KUR (Kredit Usaha Rakyat tahun 2018-2019. Setidaknya ada sekitar 30 orang debitur dari 2 Nagori yakni Sidotani dan Parlanaan yang direkrut tersangka yang seolah-olah menerima pinjaman dana KUR dari BRI.

Faktanya, debitur hanya menerima uang terima kasih berkisar Rp.500 ribu hingga Rp 2 juta karena namanya sudah digunakan sebagai peminjam. Dana yang dicairkan oleh oknum Mantri tersebut digunakan untuk kepentingannya sendiri. Kasusnya segera dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor di PN Medan.

Selanjutnya kata Bobbi, tersangka korupsi HP (45), mantan Kepsek SMA N 1Pematang Bandar. Baru saja ditangkap dari salah satu cafe di Siantar.

Ia ditangkap setelah 3 kali mangkir dan menjadi buronan jaksa. Tak tanggung - tanggung, sebagai PNS dan juga Kepsek ia mencuri uang negara sebanyak Rp.1,5 Milyar.

"Penyalahgunaan dana BOS reguler tahun 2018-2020. Dengan nilai kerugian negara mencapai Rp 1,5 milyar lebih," terang Bobbi.

Selain itu Kejari Simalungun juga menerima penghargaan terbaik I dalam penyelesaian perkara melalui keadilan restoratif atau Restorative Justice (RJ) dari Kejaksaan Agung.