SIMALUNGUN, HETANEWS.com - Dua terdakwa mengaku pelajar, Rado Saragih (20) dan Ari Sitompul (18), masing masing divonis 4 tahun. Denda Rp 900 juta, jika denda tidak dibayar diganti pidana penjara selama 6 bulan.

Putusan majelis hakim Anggreana Sormin, Aries dan Dessy Ginting yang dibacakan dalam persidangan Selasa (16/8/2022) lebih berat dibandingkan tuntutan JPU.

Hakim tidak sependapat dengan jaksa dan menyatakan kedua terdakwa bersalah melanggar pasal 112 (1) UU RI No 35/2009 bukan pasal 127 (1) huruf a sebagaimana tuntutan Jaksa Dedy Chandra Sihombing.

Kedua terdakwa sebelumnya dituntut pidana penjara selama 2 tahun, dikurangi masa tahanan sementara yang telah dijalani. Sedangkan barang bukti sepeda motor yang digunakan untuk membeli sabu dikembalikan kepada Suhendri. Sebelumnya dirampas negara (tuntutan jaksa).

Karena menurut hakim, sepeda motor tersebut adalah milik guru terdakwa, jadi harus dikembalikan kepada yang berhak yakni Suhendri bukan dirampas untuk negara.

Berdasarkan fakta persidangan, kedua terdakwa yang tinggal di Kecamatan Silau Kahean Simalungun ditangkap oleh warga setempat saksi Pudan Saragih dan Yahya Saragih pada Jumat 22 April 2022 pukul 15.30. Lalu keduanya dan bersama barang bukti narkotika jenis sabu seberat 0,14 gram diserahkan ke Polres Simalungun.

Sebelumnya kedua terdakwa sudah merencanakan membeli sabu seharga Rp 150 ribu dengan cara patungan masing-masing Rp.75.000.- Lalu mereka meminjam sepeda motor gurunya dan pergi ke Kampung Gortak Silau Kahean untuk belanja sabu dari Eli (DPO). Sabu yang diterima Rado Saragih dari Eli dibalut dengan lembaran uang pecahan Rp 5000.-


Dalam persidangan terbuka untuk umum, terdakwa didampingi pengacara Josia Manik dan masih menyatakan pikir-pikir atas putusan hakim tersebut.