SIMALUNGUN, HETANEWS.com - Mayoritas pengguna air Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Lihou (PDAM Tirta Lihou) di wilayah Parapat sekitarnya mengeluhkan layanan gangguan air minum setiap saat.

Informasi gangguan yang tidak ada hingga minimnya petugas lapangan, membuat keluhan ini tak pernah direspon dengan baik.

Persoalan ini pun dianggap sudah biasa terjadi. Konsumen tetap membayar air tiap bulan dan dikenakan denda bila telat bayar.

Keluhan pelayanan publik semacam ini sudah lama terjadi. Bahkan jelang HUT RI Ke -77 yang jatuh pada Rabu 17 Agustus 2022 mendatang, persoalan ini tak kunjung diselesaikan.

“Sudah Merdeka Indonesia, tapi air disini masih terus mati. Kalau telat langsung denda, kalau mengeluh air mati tak pernah digubris,” ujar R Sitio, warga Jalan Josep Sinaga konsumen PDAM Tirta Lihou, Senin (15/8/2022).

Semakin hari gangguan layanan air minum kian terganggu. Awalnya tekanan air rendah lalu mati hingga tak ada pasokan air selama satu hari. Bahkan, kata Sitio, ada beberapa rumah tangga yang airnya mati selama berminggu minggu.

“Di wilayah Jalan Pendidikan komplek SMA 1 Parapat, ada beberapa rumah yang airnya mati total berhari hari. Namun tak ada solusi sampai sekarang,” kata Sitio menceritakan pengalaman warga di Jalan Pendidikan.

Petugas loket pembayaran air minum di Terminal Sosor Saba Parapat selalu jadi curahan hati para pelanggan. Namun keluhan pelanggan itu tak pernah direspon apalagi membetulkan gangguan layanan air minum.

I Sihotang, salah satu pelanggan air minum pernah punya pengalaman yang tak enak saat melapor air di rumahnya mati ke petugas loket. Kata Sihotang, ia sempat bolak balik melapor namun petugas hanya kasih janji.

“Kalau melapor ke situ (Petugas loket) ya, sama saja nggak direspon. Jawabannya, pasti petugasnya lah yang lagi di lapangan, petugas lapangannya lah yang cuma dua orang, jadi menyerah sendirilah,” ungkapnya.

Selain layanan gangguan air, menurut Sihotang, kualitas air PDAM Tirta Lihou Simalungun masih jauh dari standar untuk dikonsumsi. Sebab kata dia, air kadang berlumpur jika dibiarkan dalam bak mandi.

“Kualitas airnya buruk, kalau dibiarkan satu malam, dibawah lantai bak mandi kelihatan lumpur. Kadang kami harus bersihkan bak tiga hari sekali, biar nggak kelihatan jorok. Kalau kek gini keadaanya, apanya yang Merdeka,” ucapnya.