SIANTAR, HETANEWS.com - Hakim Rahmat Hasibuan dalam persidangan Senin (15/8/2022) di Pengadilan Negeri Siantar tegur saksi Herman P Isodorus Mahulea SH. Pasalnya, saksi sebagai PNS di BNNK Siantar menyatakan sebagai orang melakukan penangkapan dan juga sebagai penyidik.

"Harusnya, dalam berkas disebutkan anda sebagai apa kalau sebagai penyidik dicantumkan jangan hanya Penda (penata muda), kami kan tidak paham. Lalu berdasarkan apa anda sebagai penangkap dan juga sebagai penyidik," tanya hakim lagi.

Saksi menjelaskan tugasnya sebagai PNS BNN melakukan tugasnya sebagai penyidik berdasarkan UU No 35/2009.

"Jadi boleh ya sipil melakukan tugas penyidikan, baiklah. Tapi tetap harus mencantumkan tugas atau bertindak sebagai apa dalam berkas," jelas Rahmat lagi.

Saksi Isodorus pun mengatakan "akan dilakukan dan diperbaiki dalam berkas selanjutnya atau yang akan datang," katanya.

BNN Kota Siantar sempat melakukan rehabilitasi kepada 2 terdakwa Dodi Afandi Simatupang als Pak Refi (35) warga jalan Nagur Gang Mesjid Siantar Martoba dan Irwanto als Raya (48) bertempat tinggal di jalan SM Raja Siantar dan di Pematang Bandar. Sejak tanggal 18 April 2022, meski rehabilitasi yang dilakukan tanpa sepengetahuan jaksa yang merupakan salah satu institusi dalam TAT.

Hingga akhirnya Jaksa melakukan penahanan sejak tanggal 7 Juli 2022 hingga perkaranya disidangkan di Pengadilan Negeri Pematangsiantar. Kini kedua terdakwa ditahan di Lapas Kelas IIA Pematangsiantar.

Keduanya ditangkap dari dalam angkot Sinar Siantar BK 1755 WG di jalan Langkat pada Selasa, 12 April 2022. Saat ditangkap oleh Herman Isodorus dan Sutardi Damanik (petugas BNNK Siantar) ditemukan sepaket sabu seberat 0,08 gram dan kaca pirex yang sudah dibakar.

Sabu tersebut diakui dibeli secara patungan dari seseorang di jalan Bajigur seharga Rp 100 ribu. Keduanya dijerat jaksa Heri Santoso dengan pasal 112 atau kedua melanggar pasal 127 (1) huruf a UU RI no 35/2009 Jo pasal 55 (1) ke-1 KUHP.

Dalam persidangan, para terdakwa didampingi pengacara Erwin Purba dari Posbakum PN Siantar membenarkan keterangan saksi. Untuk selanjutnya, persidangan pembacaan tuntutan dinyatakan ditunda hingga (22/8/2022) mendatang.

"Untuk tuntutan, sidang ditunda hingga Senin mendatang," kata Irwansyah P Sitorus selaku ketua majelis hakim. (Ay)