SIMALUNGUN, HETANEWS.com - Mengenai permainan judi gelangang permainan (Gelper) yang berada di delapan lokasi di Kabupaten Simalungun, Polres Simalungun diminta harus menindak tegas perjudian tersebut.

Namun tampaknya pihak Polres Simalungun, hingga sekarang tidak bertindak seperti yang diperintahkan oleh Kapolri untuk menindak permainan judi diwilayah masing-masing.

Hal itu pun menjadi perhatian pengamat hukum Edi Sihombing, dimana dirinya mengatakan agat pihak Kepolisian khusunya Polres Simalungun untuk menindak tegas dan memberantas judi.

"Pihak kepolisian harus tegas memberantas judi. Dimana judi dalam KUHP merupakan perbuatan tindak pidana, sebagaimana diatur pasal 303 ayat 1 dengan hukuman penjara selama-lamanya sepuluh tahun atau denda sebanyak-banyaknya 25 juta," terang Edi melalui pesan singkat whatsaap, Senin (15/8/2022).

Bahkan dirinya menyayangkan kalau mereka (Pihak kepolisian), tidak menjalankan perintah Kapolri untuk memberantas permainan judi yang ada diwilayahnya. Sehingga permainan judi gelper itu masih dapat beroperasi tanpa sentuhan aparat.

Saat disinggung, bagaimana kalau permainan judi gelper itu di backup oleh Aparat Penegak Hukum (APH) berbaju loreng, Edi pun menjelaskan, apabila aparat yang melakukan back up terhadap judi dapat dikenakan pasal 303 ayat 2 KUHP.

"Dalam ayat 2 tersebut menyebutkan kalau sitersalah melakukan kejahatan itu dalam jabatannya, dapat ia dipecat dari jabatan itu. Selain disanksi secara pidana, bagi anggota APH yang diduga membackup terhadap judi harus dihukum karena melanggar kode etik," tutupnya.

Diberitakan sebelumnya, Belakangan ini jajaran Polri gencar memberantas permainan judi gelangang permainan (Gelper), hal itu dilakukan setelah adanya instruksi dari Kapolri beberapa waktu yang lalu.

Namun tampaknya tidak berlaku di jajaran Polres Simalungun, pasalnya ada delapan lokasi tempat permainan judi gelper yang tengah beroperasi namun hingga sekarang Polres Simalungun tidak ada tindakan sama sekali.

Menurut keterangan dari sumber bermarga Saragih, mengatakan kalau gelper itu diketahui beroperasi dibeberapa warung dan pemilik warung sebagai orang yang menjaga permainan itu.

"Memang orang itu baru melakukan permainan gelper itu. Tapi kan perintah Kapolri bahwa semua judi harus dibersihkan, nah ini malah Polres Simalungun membiarkan permainan gelper tersebut buka," ucap Saragih saat ditemui disalah satu warung kopi, Rabu (10/8/2022).

Dirinya juga menyebutkan beberapa lokasi yang dijadikan tempat permainan gelper, tepatnya di Marihat Mayang, warung tangkahan pasir batu dolok kampung jawa, Juma Jawa, Titi Goyang, Pintu Air, Huta Bayu Raja, Tanjung Pasir, Desa Palang Pulau Batu, dan Hutabayu.