HETANEWS.com - Personel Polres Sorong Kota telah mengamankan seseorang yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) terkait kasus pembakaran Cafe Double O, yang terjadi pada Januari 2022.

Penangkapan dilakukan pada Sabtu, 13 Agustus 2022, sekira pukul 11.10 Wit.

"Team Resmob mendapatkan informasi dari masyarakat terkait adanya DPO, kasus pembakaran Cafe Double O Kota Sorong atas nama NB alias Toto, berada Kabupaten Teluk Bintuni tepatnya di Kampung Lama dan team melaporkan kepada Kasat Reskrim Iptu Tomi Samuel Marbun," kata Kasat Reskrim Polres Sorong Kota, Iptu Tomi kepada merdeka.com, Senin (15/8).

Selanjutnya, ia berkoordinasi dengan salah satu penyidik Satreskrim Polres Sorong Kota yaitu Bripka Wahyudin, untuk meminta surat keterangan DPO kasus pembakaran Double O Sorong.

"Dan betul bahwa yang bersangkutan merupakan terduga otak pelaku pembakaran Double O," ujarnya.

Kemudian, tim Resmob melakukan penyelidikan kembali untuk memastikan posisi DPO. Lalu, tim Resmob melakukan pencegatan di tengah jalan terhadap NB ketika sedang perjalanan menuju arah SP atau tepatnya Di depan SPBU Jalan Raya Bintuni.

"Tim resmob kemudian membawa DPO ke Mapolres Teluk Bintuni," ucapnya.

Ia menjelaskan, berdasarkan informasi dari NB diketahui, sejak kejadian pembakaran, ia bersembunyi di Km10 Kota Sorong. "Kemudian sekitar bulan Mei 2022 datang ke Bintuni dan tinggal di rumah saudaranya," tutupnya.

17 Orang Meninggal

Polisi akan mengidentifikasi 17 jenazah korban kebakaran tempat karaoke di Sorong, Papua Barat. Belasan jenazah itu ditemukan di tempat hiburan malam tersebut usai bentrok antar dua kelompok warga pada Selasa (25/1) dini hari.

"Belum-belum (ada identifikasi), kita sudah taruh di tempat khusus jenazah biar tidak rusak kan, di container dies kan. Tim (Mabes) dateng pagi," kata Kabid Humas Polda Papua Barat Kombes Adam Erwindi saat dihubungi, Kamis (27/1).

Adam mengatakan, identifikasi belasan jenazah itu akan dilakukan tim DVI Polda Papua Barat dan Mabes Polri. "Ada tim kita, cuma itu tadi kita tetap menunggu dari Mabes Polri untuk pelaksanaanya," ujar dia.

Puluhan Saksi Diperiksa

Polisi telah memeriksa 20 saksi terkait bentrok antar dua kelompok warga tersebut. Dalam bentrokan yang terjadi pada Senin (24/1) malam hingga Selasa (25/1) dini hari, itu memakan 18 korban jiwa. 17 di antaranya meninggal di tempat karaoke dan satu akibat bentrokan.

"Penyidik sudah periksa sekitar 20 orang," kata Kabid Humas Polda Papua Barat Kombes Adam Erwindi saat dihubungi merdeka.com, Rabu (26/1).

Para saksi yang diperiksa dari tempat karaoke yang terbakar tersebut. Polisi menduga bentrokan maut kelompok di Sorong akibat dua orang berselisih pada sebuah tempat karaoke pada Sabtu (22/1) lalu. Masalah dua orang tersebut meluas dan menyebabkan bentrokan kelompok hingga 18 orang tewas.

"(Awal dugaan penyebab bentrokan) Kalau yang awal malam ini malah gara-gara mabuk, senggol gelas pecah dan ternyata nyambung lagi itu. Mabok juga, tapi ini kan masih info awal.

Sehingga terjadi salah paham lagi di diskotek berbuntut itu tadi," kata Kabid Humas Polda Papau Barat Kombes Adam Erwinidi saat dihubungi merdeka.com, Selasa (25/1). [fik]

sumber: merdeka.com