HETANEWS.com - Deolipa Yumara, sosok pengacara yang satu ini cukup eksentrik di kalangan pengacara. Wajah Deolipa Yumara mulai tersorot sejak ia menjadi kuasa hukum Bharada E, dalam kasus penembakan Brigadir J.

Namun kini Deolioa Yumara sudah tidak lagi menjadi kuasa hukum Bharada E. Posisinya sebagai pengacara dihentikan mendadak oleh Bareskrim.

Deolipa mengatakan dirinya siap menggugat Bareskrim Polri, apabila honornya sebagai pengacara Bharada E senilai Rp15 triliun tidak dibayar.

Perkataan tersebut terlontar, setelah dirinya dicopot sebagai pengacara Bharada E oleh Bareskrim. Sedangkan, sejak awal dirinya yang ditunjuk oleh Bareskrim sebagai kuasa hukum Bharada E yang kini sudah menjadi salah satu tersangka kasus pembunuhan Brigadir J.

Nyali dan keberanian Deolipa Yumara ancam Bareskrim patut diacungi jempol. Sebenarnya sikap tersebut bukanlah yang pertama dilakukannya. Dalam industri musik, keberanian Deolipa Yumara tertuang dalam karya lagu bersama band-nya, Deolipa Project.

Sebagai informasi, selain sebagai seorang advokat, Deolipa Yumara adalah seorang musisi. Mungkin sangat terlihat jelas dari penampilannya yang seperti seorang seniman.

Deolipa Yumara adalah pendiri sekaligus vokalis band Deolipa Project. Tema cinta memang menjadi jurus utama dalam menciptakan lagu untuk band-nya.

Namun, lagu "Cengkeroeng Ditangkap KPK" yang rilis tahun 2019, menjadi bukti kalau Deolipa Project juga melek urusan sosial dan politik. Lagu "Cengkeroeng Ditangkap KPK" sebagai kritik atas budaya korupsi yang masih menari bebas di Indonesia.

"Kita mencoba mengingatkan kembali masyarakat tentang bahaya itu bagi kehidupan sosial bermasyarakat kita," kata Deolipa ketika merilis single tersebut, dikutip dari Suara.com pada Minggu, 14 Agustus 2022.

Grup musik Deolipa Project yang beraliran rock n roll itu beranggotakan Deolipa Yumara sebagai vokalis, Arya Setyadi sebagai bassis, Denovan pada posisi drum, Irul dan Eta mengisi gitar.

Sebelumnya dan hingga saat ini, polemik kasus penembakan Brigadir J masih terus bergulir. Beberapa tersangka sudah ditetapkan oleh pihak kepolisian.

Salah satu tersangka adalah Irjen Polisi Ferdy Sambo, yang diduga menjadi dalang dalam skenario pembunuhan Brigadir J. Motif pembunuhan, akan dibuka pada saat persidangan digelar.

Sumber: hops.id