HETANEWS.com - Di sejumlah negara, kasus virus corona kembali naik. Akibatnya, pemerintah memberlakukan kembali kewajiban memakai masker untuk mencegah meluasnya penularan Covid-19.

Pada Kamis (11/8), pemerintah New Delhi, India mewajibkan warga memakai masker di ruang publik setelah kasus infeksi dan kematian naik. India pernah melalui gelombang infeksi Covid-19 terparah di dunia, salah satunya dipicu virus corona varian Delta, yang melumpuhkan sistem kesehatan negara berpenduduk 1,5 miliar tersebut.

Selain India, sejumlah negara juga mewajibkan kembali pemakaian masker. Berikut daftarnya, dirangkum dari berbagai sumber:

  • Prancis

Sejak Juni, kewajiban memakai masker kembali diterapkan di Prancis setelahjumlah tes positif melonjak sampai 147.248. Ini merupakan angka infeksi Covid tertinggi di Prancis sejak akhir April 2022.

Perdana Menteri Prancis, Elisabeth Borne menyampaikan, walaupun memakai masker tidak diwajibkan lagi dalam transportasi umum, namun dia tetap merekomendasikan pemakaian masker di tempat-tempat ramai atau ruang tertutup karena lonjakan kasus ini.

Borne juga mengingatkan masyarakat untuk mencuci tangan sesering mungkin, menjaga sirkulasi udara di ruangan tertutup, dan memeriksa status vaksinasi mereka.

  • Jerman

Setelah beberapa pekan angka kasus positif di Jerman menurun, kini negara ekonomi terbesar di Eropa itu mengalami kenaikan kasus Covid, per Juni 2022.

"Pengumuman gelombang baru di musim panas sayangnya menjadi kenyataan," kata Menteri Kesehatan Jerman, Karl Lauterbach kepada harian Rheinische Post.

"Karena varian virus corona saat ini sangat mudah menular dan karena semua tindakan protokol kesehatan sudah usai, dampak musim panas untuk mencegah penularan sudah tidak efektif," kata dia.

Lauterbach menyerukan masker kembali dipakai di dalam ruangan untuk mencegah penularan.

  • Pakistan

Pada Juni, Badan Penerbangan Pakistan kembali mewajibkan pemakaian masker dalam penerbangan domestik menyusul naiknya kasus Covid-19 di negara itu.

Peraturan ini diumumkan sehari setelah kota terbesar Karachi melaporkan tingkat positif Covid-19 naik ke angka 21 persen dibanding nasional yang berada di angka 2,8 persen.

"Setelah diberlakukan segera, penggunaan masker menjadi wajib dalam penerbangan domestik," kata Otoritas Penerbangan Sipil Pakistan (PCAA).

Sebulan sebelumnya, angka tingkat positif hanya 0,54 persen dengan 79 kasus positif tanpa kematian.

Pakistan bahkan sempat membubarkan Satgas Covid pada 31 Maret lalu saat penularan sudah sangat rendah sejak pandemi dimulai pada 2020.

sumber: merdeka.com