SIANTAR, HETANEWS.com - Jaksa Selamat Riyadi Damanik dari Kejaksaan Negeri Pematangsiantar menuntut terdakwa FAPS alias PS selama 1 tahun 3 bulan, disidang Kamis (11/8/2022).

Terdakwa belum melakukan perdamaian dengan korban menjadi salah satu hal yang memberatkannya. Sedangkan hal meringankan karena terdakwa belum pernah dipidana.

Warga Siantar itu dipersalahkan jaksa melanggar pasal 351 ayat (1) KUHP tentang penganiayaan. Perbuatan itu dilakukan terdakwa Minggu, 24 April 2022 sekira pukul 03.30 Wib di Cafe Rasa Sayang yang terletak di Jalan Ahmad Yani Kelurahan Pardomuan Kecamatan Siantar Timur.

Perda Sibarani terbukti melakukan pemukulan terhadap saksi korban Peter Fransisco Situmorang. Bermula ketika korban bersama saksi Putra Dermawan Pohan datang ke Cafe Rasa Sayang tersebut.

Dengan maksud mencari temannya yang bernama Billy tapi tidak bertemu. Lalu korban keluar menuju ketempat parkiran dan melihat ada orang yang bertengkar. Korban pun mengatakan “ kalian ngapai ribut-ribut disitu, bubar kalian...pulang kalian, “ dan terdengar ada suara orang berkata “ siapa kau “.

Mendengar hal itu, terdakwa Perda Sibarani pun keluar dari dalam Cafe dan mendekati saksi korban sambil mengatakan “ aku yang punya cafe ini, gak ada yang jagoan disini “.

Hingga terjadi pertengkaran antara korban dan terdakwa sehingga terdakwa emosi lalu memukul wajah saksi korban hingga terjatuh keaspal. Korban berusaha berdiri, tapi kembali dipukul oleh terdakwa hingga mengakibatkan wajah saksi korban berdarah.

Kemudian saksi korban Peter Fransisco Situmorang dibawa temannya Putra Dermawan Pohan pulang kerumahnya dengan mengendarai sepeda motor.

Akibatnya, korban luka sesuai hasil Visum Et Repertum Nomor : 6721/VI/UPM/IV/2022 tanggal 25 April 2022 yang ditandatangani oleh dr.Agnesia F Sirait, dokter pada Rumah Sakit Umum Daerah dr.Djasamen Saragih.

Menanggapi tuntutan jaksa tersebut, Perda Sibarani memohon kepada hakim agar hukumannya diringankan.

Majelis hakim dipimpin Nasfi Firdaus akan mempertimbangkannya dalam putusan. Untuk itu hakim akan bermusyawarah dan persidangan ditunda hingga Senin (15/8/2022) mendatang.