SIANTAR, HETANEWS.com - Ali (58) seorang tunawisma yang juga ber-IQ rendah sesuai keterangan dokter pasca dilakukan observasi kejiwaan, dituntut 14 tahun penjara potong tahanan sementara yang telah dijalani.

Ia terbukti menghabisi nyawa korban Stevan Theodore, di Jalan Sutomo Siantar dan kasus tersebut sempat Viral.

Dilihat dari CCTV, terdakwa dengan keji memukuli korban dengan besi hingga tengkorak kepala pecah dan korban meninggal di TKP pada Sabtu, 2 Oktober 2021 sekira pukul 7.30 wib. di Jalan Sutomo Siantar.

"Menjatuhkan pidana penjara selama 14 tahun," sebut JPU Lynce Margaretha dalam sidang Kamis (11/8/2022) di Pengadilan Negeri Pematangsiantar.

Terdakwa Ali (58) disebut warga Aceh dan menjadi tunawisma sudah sejak lama di Kota Siantar bahkan sering tidur di salah satu Gang di Jalan Sutomo (TKP) dipersalahkan jaksa melanggar pasal 338 KUHP.

Dalam persidangan terdakwa didampingi pengacara Posbakum PN Siantar Erwin Purba berdasarkan penetapan majelis hakim dan juga didampingi LBH Siantar Simalungun (SS) berdasarkan surat kuasa khusus.

Menurut JPU, setelah didengarkan keterangan saksi-saksi termasuk saksi ahli pidana umum, saksi dokter kejiwaan dan saksi forensik, terdakwa sehat jasmani dan rohani sehingga bisa dimintai pertanggungjawaban atas perbuatannya. Hanya saja Ali Ber-IQ dibawah rata.

Selama persidangan mengerti tentang perbuatan yang didakwakan kepadanya. Bahkan ia mengakui uang sebanyak Rp.6 juta lebih miliknya ia peroleh dari hasil bekerja sebagai pemungut sampah.

Dan barang bukti seluruhnya milik terdakwa termasuk uang, dinyatakan dikembalikan kepada terdakwa, jelas jaksa dalam surat tuntutannya.

Sebagaimana diberitakan, tewasnya Stevan Theodore menjadi viral dan sangat mengejutkan warga kota Siantar pada Sabtu, 2 Oktober 2021 sekira pukul 7.30 wib di Gang Jalan Sutomo.

Korban tewas dengan berlumuran darah akibat bagian kepala hancur karena pukulan besi yang dilakukan Ali.

Setidaknya ada 13 kali pukulan, 5 kali saat korban berusaha melawan dan 8 kali saat korban sudah jatuh tak bergerak.

Awalnya, korban melarang terdakwa agar jangan tidur atau tinggal di sebuah gang belakang rumah korban di Jalan Sutomo. Lalu korban menendang bagian pinggang korban yang sedang berbaring.

Akibatnya terdakwa diduga merasa sakit hati dan dendam karena juga sering disiram air. Usai mengusir terdakwa, korban pergi sekitar 10 menit kembali lagi.

Sedangkan terdakwa menunggu korban kembali dan mengikutinya saat berjalan masuk ke dalam gang. Dari arah belakang, terdakwa Ali membawa besi langsung menyerang korban.

Sempat terjadi pertengkaran dan perlawanan. Korban berusaha menangkis pukulan Ali dengan tangan dan juga helm yang dipakainya. Tapi Ali menyerang secara membabi buta hingga korban tersungkur dan jatuh.

Akibatnya korban meninggal dunia di lokasi kejadian sesuai visum et revertum Nomor : 13616/IV/UPM/X/2021 yang dibuat dr KD Hutahean RSUD Jasamen Saragih. Korban mengalami kerusakan jaringan otak dan pecah tengkorak kepala.

Tim pengacara Ali akan mengajukan nota pembelaan (pledoi) secara tertulis. Majelis hakim dipimpin Nasfi Firdaus memberi kesempatan untuk itu dan persidangan dinyatakan ditunda hingga Senin (15/8/2022).