JAKARTA, HETANEWS.com - Keluarga menduga Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J tewas lantaran ingin melindungi istri mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi.

Dugaan ini disampaikan oleh bibi Brigadir J, Roslin Simanjutak.

Menurutnya, dugaan adanya pelecehan seksual kepada Putri Candrawathi oleh Brigadir J bertolak belakang dengan sifat yang dikenal selama ini oleh keluarga.

"Kami ini dari awal memang membantah anak kami itu orang yang melakukan pelecehan, karena kami tahu sifat anak kami."

"Justru dibilang anak kami melakukan pelecehan, jiwa kami semakin memberontak karena kami tahu sifat anak kami dari kecil, penyayang," katanya.

Baca juga: FAKTA Ferdy Sambo, Tersangka Kasus Meninggalnya Brigadir J: Peran hingga Ancaman Hukuman Mati

Hanya saja, terkait dugaan siapa yang mengancam Putri Candrawathi sehingga Brigadir J perlu untuk melindungi tidak dijelaskan oleh Roslin.

Perjalanan Pelaporan Brigadir J oleh Istri Ferdy Sambo soal Dugaan Pelecehan Seksual Seperti diketahui, Brigadir J dilaporkan oleh Putri Candrawathi atas dugaan pelecehan seksual ke Polres Jakarta Selatan.

Hal ini diungkapkan oleh mantan Kapolres Jakarta Selatan, Kombes Pol Budhi Herdi Susianto pada 12 Juli 2022.

"Yang jelas kami menerima LP atau laporan polisi dari ibu Kadiv Propam dengan pasal tersangkaan 335 (KUHP) dan 289 (KUHP)," ujarnya dikutip dari Tribunnews.

Istri Irjen pol Ferdy Sambo, berinisial PC (Kanan) saat datang langsung ke Mako Brimob Polri, Kelapa Dua, Depok, Minggu (7/8/2022). (Istimewa)

Seiring berjalannya waktu, laporan ini pun naik ke penyidikan dan dilimpahkan ke Polda Metro Jaya. Hal ini mengartikan bahwa pihak kepolisian menemukan adanya unsur pidana terkait laporan Putri Candrawathi.

"Pasal yang kemarin disampaikan Pak Kapolri, perbuatan cabul dan pengancaman," ujar Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Dedi Prasetyo pada 19 Juli 2022.

Baca juga: Apresiasi Pengusutan Kasus Brigadir J, HNW: Harusnya Demikian Juga untuk Kasus KM 50

Adapun pasal yang disangkakan kepada Brigadir J masih sama, yaitu pasal 335 KUHP dan 289 KUHP. Sekitar dua minggu kemudian, Bareskrim Polri pun mengambil alih kasus ini.

Hal ini disampaikan oleh Kadiv Humas Polri, Irjen Dedi Prasetyo pada 31 Juli 2022.

Ia mengklaim, ditariknya kasus dugaan pelecehan seksual oleh penyidik Bareskrim Polri lantaran pertimbangan efektivitas dan efisiensi dalam penanganan kasusnya.

Kemudian, Dedi Prasetyo mengatakan, walaupun laporan dugaan pelecehan seksual ditarik ke Bareskrim Polri tetapi tetap melibatkan penyidik dari Polres Jaksel dan Polda Metro Jaya.

Kabareskrim Sebut Kecil Kemungkinan Brigadir J Lakukan Pelecehan Seksual ke Istri Ferdy Sambo. Kabareskrim Polri, Komjen Pol Agus Andrianto menyatakan kecil kemungkinan adanya pelecehan seksual kepada Putri Candrawathi oleh Brigadir J.

Hal tersebut, katanya, lantaran pasal yang disangkakan terhadap empat tersangka dalam kasus tewasnya Brigadir J yaitu pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana.

Adapun empat tersangka yang dimaksud adalah Bharada Richard Eliezer alias Bharada E, Brigadir Ricky Rizal (RR), KM, dan Ferdy Sambo.

"Kalau (pasal) 340 (KUHP) diterapkan, kecil kemungkinannya itu (adanya pelecehan seksual)," jelasnya dalam konferensi pers, Selasa (9/8/2022).

Hanya saja menurut Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, pihaknya masih akan memeriksa saksi-saksi termasuk Putri Candrawathi terkait adanya dugaan pelecehan seksual oleh Brigadir J.

"Terkait motif saat ini sedang dilakukan pendalaman terhadap saksi-saksi dan juga terhadap Ibu Putri. Saat ini belum kita simpulkan," tuturnya.

Selain itu, Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan soal terbukti atau tidaknya adanya pelecehan seksual terhadap Putri Candrawathi oleh Brigadir J akan terungkap di pengadilan.

"Saya kira ini sifatnya sangat teknis dan menjadi materi bagian dari penyidikan yang akan dipertanggungjawabkan ke pengadilan," pungkas mantan Kabareskrim Polri itu.

Baca juga: Drama 5 Hari Irjen Ferdy Sambo: Diperiksa, Dicopot, Jadi Tersangka

sumber: tribunnews.com