SIMALUNGUN, HETANEWS.com - Terdakwa Ardi Ardiansyah alias Arbi (26) warga Jalan Arjosari Huta I Nagori Karang Rejo Kecamatan Gunung Maligas dihukum 8 tahun denda Rp.1 Milyar subsider 6 bulan penjara. Ia terbukti mengedarkan sabu 10 gram.

Sedangkan terdakwa Fery Fernanda (26) warga Jalan Trampil Nagori Karang Rejo terbukti turut membantu terdakwa Ardi mengedarkan sabu, dihukum 7 tahun penjara dan denda yang sama.

Putusan hakim diketuai Nurnaningsih Amriani yang dibacakan dalam sidang, Rabu (10/8/2022) tersebut konform (sama) dengan tuntutan jaksa Barry Sihombing.

Berdasarkan fakta persidangan kata hakim, kedua terdakwa ditangkap polisi pada Kamis 10 Maret 2022 pukul.15.00 Wib di dalam rumah terdakwa Ardi. Kedua terdakwa saat digrebek polisi, sedang asyik meracik sabu ke dalam 24 bungkus plastik klip kecil.

Menurut terdakwa Arbi, sebelumnya ia membeli sabu dari Rikky (DPO) sebanyak 10 gram dengan harga Rp 7 juta. Kemudian Ardi menelepon Fery Fernanda untuk datang ke rumah terdakwa. Lalu mereka sama-sama memakai sabu.

Usai menikmati sabu, keduanya mulai meracik paket besar sabu menjadi 24 bungkus plastik kecil. Bersama barang bukti sabu, kedua terdakwa diserahkan poisi ke Sat Narkoba Polres Simalungun untuk diproses secara hukum.

Terdakwa Arbi juga mengakui jika dirinya sudah tiga kali belanja sabu dari Rikky di depan USI Jalan SM Raja Kota P Siantar. Pertama awal Februari Rp 3,5 juta, kedua akhir Februari Rp 3,5 juta dan ke tiga Rp 7 juta dan belum sempat terjual keburu tertangkap, sebut terdakwa di sidang sebelumnya.

Kedua terdakwa dijerat jaksa dengan pasal 114 ayat 2 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009Tentang Narkotika Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang narkotika jo pasal 144 ayat (1) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Dalam persidangan, terdakwa didampingi pengacara Josia Manik dari Posbakum PN Simalungun menyatakan pikir pikir atas vonis tersebut. Demikian juga dengan jaksa menyatakan hal sama.