JAKRTA; HETA NEWS.COM - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menanggapi prediksi Dirut Utama PAM Jaya bahwa 90 persen wilayah Jakarta akan tenggelam dampak dari turunnya permukaan tanah.

Riza mengatakan pemerintah pusat dan pemprov DKI sudah melakukan sejumlah cara untuk menekan terus menurunnya permukaan tanah di Jakarta. Misalnya, pemerintah pusat memindahkan Ibu Kota Negara (IKN) dari Jakarta ke Kalimantan Timur.

"Pergeseran jumlah warga yang ada di Jakarta ke Ibu Kota Negara (membuat) terjadinya pengurangan (beban penurunan muka tanah). Perkantoran pusat kan berpindah. Perkantoran pusat kan membutuhkan air yang tidak sedikit selama ini. Warga yang selama ini tinggal di DKI Jakarta, yang PNS, yang berkantor di Jakarta selama ini, tinggal di Jakarta, tentu punya pengaruh yang cukup baik," jelas Riza kepada wartawan, Selasa (9/8).

Selain itu, pemerintah meminta masyarakat untuk tidak menggunakan air berlebihan. Riza juga berharap agar masyarakat dan industri mendapatkan air bersih hanya dari PAM Jaya.

Riza mengatakan tengah berupaya menyediakan air bersih melalui PAM Jaya agar tidak ada penyedotan melalui pompa-pompa di rumah-rumah warga yang dapat membuat penurunan permukaan tanah.

“Tentu DKI Jakarta melalui PAM Jaya ingin melakukan upaya percepatan bersama pemerintah pusat dan PUPR terhadap penyediaan air bersih supaya tidak ada lagi penyedotan air tanah melalui pompa-pompa di rumah-rumah, kita upayakan air bersih itu didapatkan melalui PAM Jaya,” kata Riza kepada wartawan, Selasa (9/8).

Riza juga meminta hal yang sama kepada industri, yaitu agar memperoleh air bersih dari saluran PAM yang ada.

"Bagi industri, perkantoran, hotel, apartemen juga kita minta tidak menggunakan pompa untuk mendapatkan air bersih tapi (mendapatkan) air bersih melalui saluran PAM yang ada. Ini juga dilakukan monitor dan evaluasi karena (pompa) juga salah satu sebab penggunaan air tanah berlebihan," kata Riza.

Direktur Utama PAM Jaya Arief Nasrudin mengatakan, 90 persen wilayah Jakarta, khususnya di bagian utara, akan tenggelam. Penyebabnya karena tingginya pengambilan air tanah untuk minum di DKI Jakarta.

Pernyataan itu disampaikan pada saat konsultasi publik rencana kerja sama pengembangan SPAM di Provinsi DKI Jakarta, Senin (8/8).

"Salah satu hal yang saat ini menjadi tantangan kita bersama di provinsi DKI Jakarta adalah isu tentang air minum yang memang masih tingginya pengambilan penggunaan dari air tanah," kata Arief.

Penggunaan air tanah yang berlebihan menimbulkan banyak efek ekologi. Misalnya water seaking dan land seaking. Selain itu, ada juga penurunan permukaan tanah.

"(Jakarta) bisa tenggelam dalam waktu yang tidak lama lagi ketika memang ini (pengambilan air tanah) terus berlangsung dan prediksinya di tahun 2050. Diprediksikan 90 persen dari wilayah Jakarta terutama di bagian utara itu akan bisa juga kemudian tenggelam karena budaya atau kemudian penggunaan air," jelas Arief.

SUMBER : MERDE KA.COM