TAPUT, HETANEWS.com - Kepala Kepolisian Resor Tapanuli Utara AKBP Johanson Sianturi mengatakan, pihaknya mengamankan dua orang pelaku jual beli satwa dilindungi, berupa sisik trenggiling dan paruh burung rangkong dari dua lokasi berbeda di Kecamatan Tarutung, Taput.

Dua orang pelaku diamankan, masing-masing Leonardo Sihombing (33) dan Sulaiman (44), masing masing warga Siborong-borong dan Pidie Jaya, Aceh.

Keduanya diamankan pada Sabtu 6 Agustus 2022, di Tarutung.

"Kita mendapatkan informasi dari masyarakat tentang penyimpanan satwa dilindungi jenis sisik trenggiling di wilayah hukum Polres Tapanuli Utara dan akan dilakukan transaksi jual beli di salah satu SPBU yang berada di Tarutung," ujar Johanson.

Sat Reskrim Polres Taput menemukan karung berisi sisik trenggiling, dengan berat lebih kurang 38 Kg, dengan harga kulit trenggiling sekitar USD 3.000 atau sekitar Rp 43 Juta rupiah perkilo, dengan perkiraan mencapai Rp 1,6 Miliar.

Lanjut Sianturi, dalam pengungkapan kasus paruh burung rangkong gading, polisi mengaman tas ransel berisi 10 paruh burung Rangkong Gading.

Diperkirakan harga per- kepala burung rangkong senilai Rp 40 Juta, dengan total kerugian mencapai Rp 500 juta

Sehingga total kerigian dari keseluruhan penjualan satwa terlindungi tersebut ditaksir Rp 2,1 M dengan perincian Sisik trenggiling Rp 1,6 M dan paruh burung angkong gading Rp 500 jt.

Terhadap kedua pelaku dipersangkakan melanggar Pasal 21 Ayat (2) huruf a dan d Jo Pasal 40 Ayat (2) dari Undang-undang No.5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.