SIMALUNGUN, HETANEWS.com -Dua pelajar tapi sudah berusia diatas 17 tahun, yakni Rado Saragih (20) dan Ari Sitompul (18), masing masing dituntut 2 tahun penjara potong tahanan sementara yang telah dijalani.

Menurut jaksa Dedy Chandra Sihombing, keduanya terbukti membeli sabu secara patungan untuk digunakan.

Dan dipersalahkan melanggar pasal 127 (1) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika jo pasal 55 pasal 55 (1) ke-1 KUHP.

Atas tuntutan jaksa yang dibacakan dalam sidang Selasa (9/8/2022) tersebut, kedua terdakwa memohon kepada hakim agar hukumannya diringankan. Dengan alasan mau melanjutkan sekolah.

Hakim sedikit heran dan mempertanyakan barang bukti Honda Vario putih tanpa plat yang dinyatakan dirampas untuk negara oleh jaksa. Karena sepeda motor tersebut milik gurunya.

"Sepeda Motor gurunya, dirampas untuk negara?," kata hakim

"Kalian sudah beli sabu pinjam sepeda motor guru, alasan masih mau melanjutkan sekolah," kata salah seorang hakim anggota di sidang siang itu.

Menurut jaksa, kedua terdakwa yang tinggal di Kecamatan Silau Kahean Simalungun ditangkap oleh warga setempat saksi Pudan Saragih dan Yahya Saragih pada Jumat 22 April 2022 pukul 15.30. Lalu keduanya dan bersama barang bukti narkotika jenis sabu seberat 0,14 gram diserahkan ke Polres Simalungun.

Sebelumnya kedua terdakwa sudah merencanakan membeli sabu seharga Rp 150 ribu dengan cara patungan masing-masing Rp.75.000.- Lalu mereka meminjam sepeda motor gurunya dan pergi ke Kampung Gortak Silau Kahean untuk belanja sabu dari Eli (DPO).

Sabu yang diterima Rado Saragih dari Eli dibalut dengan lembaran uang pecahan Rp 5000.-

Persidangan dipimpin hakim Anggreana Sormin, Aries Ginting dan Dessy Ginting dinyatakan ditunda hingga Senin (15/8/2022) mendatang untuk putusan.

Kedua terdakwa dalam persidangan didampingi pengacara Josia Manik dari Posbakum PN Simalungun.