SIMALUNGUN, HETANEWS.com - Korban yang masih berusia 14 tahun sebut saja Tika (nama samaran) disuruh minum minuman keras (miras), sebelum dicabuli terdakwa AG (21) warga Dolok Hataran Kecamatan Siantar.

Perkaranya disidangkan di Pengadilan Negeri Simalungun, Selasa (9/8/2022) dengan agenda mendengarkan dakwaan jaksa Devica Oktaviniwati.

Perbuatan AG dijerat jaksa dengan pasal I ke-1 yaitu pasal 81 ayat (1) PERPPU No.1/2016 tentang perubahan kedua atas UU RI No 23/2002 tentang Perlindungan Anak sebagaimana yang telah ditetapkan menjadi UU No.17/2016. Dengan ancaman hukuman paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun.

Dalam persidangan siang itu, terdakwa AG yang disidangkan secara virtual didampingi pengacara prodeo Josia Manik berdasarkan penetapan hakim.

Menurut jaksa, perbuatan itu dilakukan terdakwa di rumah Mega Nanda Heidy als Nanda di Huta Sidouruk pada Minggu, 26 September 2021.

Berawal ketika korban Tika mendatangi rumah terdakwa AG dengan mengendarai sepeda motor karena ingin menemui ibu korban.

Lalu terdakwa meminta korban untuk mengantarkannya ke Batu 6 dengan alasan mau main band.

Korban sempat menolak tapi AG terus memaksa hingga korban menuruti kemauan terdakwa. Sampai di Perumnas Batu 6, terdakwa membeli miras datu salah satu warung dan menyimpannya di jok sepeda motor.

Kemudian AG menghubungi Nanda dan mengatakan ingin ke rumahnya karena suntuk. Lalu AG membawa korban ke rumah Nanda mengendarai sepeda motor korban.

Sampai di rumah Nanda, korban disuruh minum miras dan mencabuli korban di dalam kamar rumah tersebut. Korban sempat menolak, tapi karena kepalanya pusing sehingga terdakwa berhasil menyetubuhi korban.

Karena sudah malam, korban menelpon saksi Abit Sutrisno minta diantarkan pulang. Akibat perbuatan terdakwa, saksi korban mengalami hymen tak utuh lagi sesuai VER No : 13224/VI/UPM/IX/2021.

Untuk pembuktian, persidangan dipimpin hakim Anggreana Sormin dinyatakan ditunda hingga Senin (15/8/2022), dengan agenda mendengarkan keterangan saksi-saksi.