MOSKOW, HETANEWS.com - Kremlin atau kantor kepresidenan Rusia menuduh pasukan Ukraina menggempur pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Zaporizhzhia, yang merupakan fasilitas nuklir terbesar di kawasan Eropa. Otoritas Rusia memperingatkan potensi 'konsekuensi bencana' bagi Eropa akibat serangan itu.

"Gempuran ke wilayah pembangkit nuklir oleh angkatan bersenjata Ukraina merupakan aktivitas yang berpotensi sangat berbahaya... penuh dengan konsekuensi bencana untuk wilayah yang luas, termasuk wilayah Eropa," sebut juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, kepada wartawan seperti dilansir AFP, Senin (8/8/2022).

Peskov menyerukan kepada sekutu-sekutu Ukraina untuk 'menggunakan pengaruh mereka dalam mencegah berlanjutnya gempuran semacam itu'.

Moskow dan Kiev saling tuding atas serangan terhadap PLTN Zaporizhzhia di Ukraina, di mana pertempuran yang terjadi baru-baru ini memicu peringatan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) soal potensi bencana nuklir.

PLTN Zaporizhzhia merupakan kompleks fasilitas tenaga nuklir terbesar di Eropa yang diduduki oleh pasukan Rusia sejak awal-awal invasi pada akhir Februari lalu. Beberapa hari terakhir, kompleks PLTN itu menjadi sasaran gempuran militer yang memicu kerusakan pada sejumlah struktur, hingga memaksa penutupan reaktor.

Sebelumnya, otoritas Ukraina melaporkan gempuran Rusia terhadap PLTN Zaporizhzhia telah memicu kerusakan pada tiga sensor radiasi dan membuat seorang pekerja terluka. Ini menjadi gempuran kedua Rusia dalam beberapa hari terakhir terhadap fasilitas nuklir yang terletak di wilayah Zaporizhzhia itu.

Presiden Volodymyr Zelensky menyebut gempuran pasukan Rusia yang dilancarkan pada Sabtu (6/8) malam waktu setempat itu sebagai 'teror nuklir Rusia', yang memerlukan lebih banyak sanksi-sanksi internasional, khususnya di sektor nuklir Moskow.

"Tidak ada negara di dunia ini yang bisa merasa aman ketika negara teroris menyerang pembangkit nuklir," ucap Zelensky dalam pernyataan terbaru yang disiarkan televisi setempat pada Minggu (7/8) waktu setempat, seperti dilansir Reuters.

Sumber: detik.com