HETANEWS.com - Bharada E alias Richard Eliezer jadi sorotan karena perubahan keterangan dalam kasus tewasnya Brigadir Yosua. Bharada E rupanya galau dan tertekan menghadapi kasus ini.

"Bharada E ini kan galau dan tertekan. Kemudian perasaannya tidak nyaman," ujar kuasa hukum Bharada E, Deolipa Yumara di LPSK, Senin (8/8).

"Tidak nyaman bukan karena tekanan dari penyidik, tidak. Tapi tidak nyaman karena tindakan dia yang memang sudah dia lakukan tapi dia harus mengatakan hal yang berbeda dari yang dia alami," jelas dia.

Deolipa Yumara menjelaskan, kliennya tertekan karena harus memberikan pernyataan yang tidak sesuai dengan kenyataan. Karena itu, pernyataan Eliezer berubah seperti sekarang.

"Pada waktu kita ketemu, kita memang doa bersama dengan dia. Dan dia merasa nyaman dan sudah, dia akan berbicara apa adanya. Cuma kemudian untuk kepentingan hukum, dia meminta kepada kami untuk mengajukan permohonan perlindungan hukum dan dia bersedia menjadi JC [justice collaborator]," jelas Deolipa.

Berdasarkan pernyataan Deolipa, kini Bharada E tengah merasa nyaman, senang, dan plong serta sehat dalam pengawasan Bareskrim.

"Pada satu catatan dia di Bareskrim di penyidikan sekarang ini merasa nyaman, merasa senang, dan plong. Saat ini sedang dalam kondisi sehat wal afiat tidak kurang satu apa pun juga. Kondisinya baik," pungkasnya.

Baca juga: Komnas HAM: Ada Pertanyaan Besar di Kasus Yosua, Benarkah Tembak Menembak?

sumber: kumparan.com