JAKARTA, HETANEWS.com - Andreas Nahot Silitonga selaku pengacara Bharada Richard Eliezer atau Bharada E mempertanyakan parameter LPSK menyebut kliennya tidak jago menembak dibandingkan Brigadir J. Dia menyebut Bharada E sudah mendapat pelatihan menembak sejak menjadi anggota Brimob pada 2019.

"Saya mau tahu juga, LPSK memberikan statement itu, sudah melakukan apa namanya... riset seperti apa? Kan gitu. Kalau dibilang tidak jago menembak, parameternya seperti apa? Terus kalau misalnya dibilang lebih jago Brigadir J, itu parameternya lagi apa? Kan gitu," kata Andreas saat dihubungi, Jumat (5/8/2022).

Andreas menekankan Bharada E merupakan anggota Brimob sebelum bertugas menjadi ajudan Irjen Ferdy Sambo. Saat bertugas sebagai anggota Brimob, Bharada E, disebutnya, telah mendapatkan pelatihan untuk menggunakan berbagai macam senjata.

"Yang saya ketahui, Bharada E ini kan sopir. Cuma dia sopir yang diambil dari Brimob dan dia sudah bergabung menjadi anggota Brimob itu sejak 2019. Sehingga sejak 2019 dia sudah menerima pelatihan-pelatihan sebagaimana anggota Brimob lainnya. Salah satu latihannya latihan menembak," ungkapnya.

"Dan itu berbagai macam senjata yang dilatih untuk dia, sehingga pada waktunya kemarin itu dia mengikuti seleksi untuk menjadi sopir ajudan. Dari enam yang terpilih dua, dia salah satunya. Dan dia ditugaskan ada Kadiv Propam pada waktu itu, ya, Pak Ferdy Sambo," sambung Andreas.

Andreas menyampaikan, berdasarkan pengakuan Bharada E, dia latihan menembak sebulan dua kali. Karena itu, kata Andreas, Bharada E sudah lebih dari 48 kali melakukan latihan menembak.

"Jadi kalau dibilang dia tidak jago menembak, ya gimana? Parameternya apa? Yang pasti disampaikan kepada saya, dalam sebulan, ada dua kali dia latihan menembak. Nah, kalau sebulan dua kali, dalam setahun kan sudah 24 kali, sudah dua tahun, sudah 48 kali. Demikian kalau ditambah-tambah terus. Jadi saya rasa pernyataan LPSK mohon didasari sesuatu yang ilmiah yang logis. Kalau memang seperti itu, parameternya apa," tuturnya.

Sebelumnya, Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) mengungkapkan sejumlah hasil penelusuran timnya terhadap Bharada

Richard Eliezer atau Bharada E. Menurut LPSK, Bharada E tidak lebih jago menembak dibandingkan dengan Brigadir J.

"Informasi itu kami peroleh (Bharada E tak jago tembak). Artinya, kalau dibandingkan dengan Yoshua, Yoshua lebih jago tembak," ujar Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi saat dihubungi, Kamis (4/8).

Edwin menyampaikan hal ini diperoleh LPSK dari hasil penelusuran dan investigasi terhadap sejumlah narasumber yang kompeten. Investigasi ini dilakukan dalam rangka untuk mengumpulkan bahan nantinya apakah Bharada E ini bisa mendapatkan perlindungan dari LPSK.

"Kan kami dalam proses penelaahan dan investigasi. Dalam proses investigasi ini, kami himpun informasi dari mana pun. Tentu informasi yang kami himpun (adalah) informasi yang bisa kami percaya sumbernya, kompeten menyampaikannya," jelasnya.

Meski begitu, Edwin mengatakan bukan masalah jago menembak yang menjadi persoalan. Yang pasti, Bharada E telah memiliki kompetensi dalam memegang senjata api.

"Soal megang pistol kan bukan soal jago nembak, tetapi memenuhi (di antaranya) tes psikologi," imbuhnya.

Baca juga: Terkuak Isi Chat 10 Ponsel Sebelum Brigadir J Tewas, Ada dari Ferdy Sambo? Komnas HAM : Makin Terang

Sumber: detik.com