HETANEWS.com - Bos Napoli, Aurelio de Laurentiis, melayangkan peraturan baru menyoal kebijakan transfer klub. Il Partenopei disebut tidak akan merekrut pemain yang turut membela negaranya untuk Piala Afrika.

Menurut penjelasan BBC, regulasi itu muncul akibat absennya para penggawa andalan seperti Kalidou Koulibaly dan Andre-Frank Zambo Anguissa pada Januari lalu sebab berlaga di Piala Afrika. Mereka melewatkan total 6 laga yang membuat Napoli kehilangan kekuatan.

Berangkat dari hal tersebut, de Laurentiis mulai saat ini memberlakukan peraturan ingin membatasi transfer pemain Afrika. Keputusan itu menurutnya bakal menjadi yang terbaik untuk mengembalikan kejayaan klub.

"Saya cukup dengan pemain Afrika atau mereka harus mengorbankan caps untuk negaranya agar tidak bermain di Piala Afrika. Saya tidak akan membeli mereka lagi karena alasan tersebut," tegas bos Napoli.

Ketika Koulibaly dan Anguissa absen, Napoli sebenarnya tidak melakoni pertandingan yang tak terlalu buruk. Saat itu, anak asuh Luciano Spalletti berhasil menang 4 kali, ditahan imbang Juventus 1-1, dan tersingkir dari Coppa Italia karena dilibas Fiorentina.

Absennya dua pemain tersebut untuk membela negara masing-masing sejatinya bukanlah sesuatu yang sia-sia. Koulibaly sukses membawa Senegal meraih kampiun, sedangkan Anguissa berhasil mengantarkan Kamerun finis di ranking 3 kompetisi.

Kalidou Koulibaly harganya sudah melonjak hampir 10 kali lipat. Foto: AFP/Andreas Solaro

Mendengar peraturan anyar tersebut, Koulibaly yang kini berlabuh ke Chelsea sempat merasa geram. Ia menyebut bahwa de Laurentiis sejatinya harus menghormati semua orang tanpa terkecuali, termasuk pemain asal Afrika.

"Anda tidak bisa berbicara seperti ini tentang tim nasional Afrika. Anda harus menaruh rasa hormat dan sebagai kapten Senegal, saya rasa itu bukan yang terbaik," ujar Koulibaly yang sudah membela Napoli selama 8 tahun.

"Jika ia berpikir bisa bermain tanpa pemain Afrika, itu terserah keputusannya. Namun, saya rasa tidak semua orang punya ide sama sepertinya di klub. Itu karena saya tahu para suporter dan mereka tidak akan menyukainya," tambahnya.

Kemudian, pemilik klub yang berusia 73 tahun itu tetap berpatokan pada prinsipnya. Aurelio de Laurentiis berpendapat bahwa dirinya membayar para pemain untuk melakoni pertandingan profesional lintas ajang klub.

Aurelio De Laurentiis dalam sebuah gala di Roma. Foto: Carlo Hermann/AFP

"Kami membayar pemain untuk bermain dalam pertandingan di luar sana padahal ada tanggung jawab untuk membela klub. Atau mereka bersedia menyetujui untuk tidak bermain di Afcon dan Copa America. Saya enggan membiarkan mereka berpartisipasi," tutur bos Napoli.

Boleh dibilang keputusan yang diambil oleh de Laurentiis demi kejayaan klub cukup benar. Hal itu karena Il Partinopei sudah 20 tahun lebih puasa gelar Liga Italia semenjak 1987 dan 1990 kala diperkuat Diego Maradona.

Tetapi, jika ditengok dari aturan FIFA, setiap klub wajib melepas pemain untuk membela negaranya meskipun momennya berada di pertengahan musim. Itu membuat klub mau tidak mau harus rela kehilangan beberapa kekuatannya.

Pemain Napoli Victor Osimhen merayakan gol saat hadapi Legia Warsawa di Stadio Diego Armando Maradona, Naples, Italia, Kamis (21/10). Foto: Ciro De Luca/REUTERS

Untuk saat ini, Napoli tercatat masih memiliki tiga penggawa asal Afrika. Mereka adalah Andre-Frank Zambo Anguissa, Victor Osimhen, dan Adam Ounas. Osimhen dan Ounas beberapa waktu lalu absen ketika dipanggil negaranya karena cedera.

Sumber: kumparan.com