JAKARTA, HETANEWS.com - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mempromosikan Wakabareskrim Irjen Syahardiantono menjadi Kadiv Propam Polri. Irjen Syahardiantono menggantikan Irjen Ferdy Sambo sebagai Kadiv Propam Polri lantaran terseret kasus kematian Brigadir J alias Nofriansyah Yoshua Hutabarat.

Promosi jabatan Syahardiantono tertuang dalam Surat Telegram Khusus TR ST Nomor 1628/VIII/KEP/2022 diterbitkan Jenderal Sigit pada Kamis 4 Agustus 2022. Selain Syahardiantono, terdapat 10 perwira yang dimutasi dan lima dipromosikan sesuai telegram tersebut.

Sebelum menjabat Kadiv Propam, Syahardiantono memegang sejumlah posisi sejak lulus dari Akpol pada 1991. Di antaranya Kapolresta Pasuruan dan Kapolres Pasuruan pada tahun 2010.

Syahardiantono dikenal berpengalaman dalam bidang reserse juga pernah menjabat sebagai Wadirreskrimsus Polda Jatim pada tahu 2011. Kemudian Kasubdit VI Dittipideksus Bareskrim Polri pada tahun 2012 dan Dirreskrimsus Polda Kepri pada tahun 2014.

Pria kelahiran Blora, Jawa Tengah, 2 Februari 1970 ini, lalu kembali ditarik ke ibu kota untuk menjabat Widyaiswara Muda Sespimmen Sespim Lemdikpol Polri pada 2016 dan Analis Kebijakan Madya bidang Sespimmen Sespim Lemdikpol Polri.

Setelah dua tahun di Lemdikpol Polri, Syahardiantono ditarik ke Mabes Polri untuk mengisi jabatan Kabagpenum Divhumas Polri pada 2018. Setahun kemudian jabatan di pundaknya berubah menjadi bintang satu setelah dipromosikan menjadi Karo PID Divhumas Polri pada 2019.

Setahun berselang, Syahardiantono menduduki jabatan Dirtipidter Bareskrim Polri pada 2020. Teman satu angkatan Jenderal Sigit ini kembali mengalami kenaikan pangkat menjadi bintang dua setelah dipromosikan sebagai Wakabareskrim Polri pada tahun 2021 atau sebelum menggantikan Ferdy Sambo sebagai Kadiv Propam.

"Irjen Pol. Ferdy Sambo Kadiv Propam Polri dimutasi sebagai Pati Yanma Polri," kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (4/8) malam.

Dedi menyebutkan menyebutkan perwira yang dimutasi sebagai Pamen Yanma Polri dalam status pemeriksaan oleh Inspektorat Khusus Tim Khusus (Irsus Timsus) Polri. "Apabila terbukti melakukan pelanggaran etika akan diperiksa, apabila terbukti pelanggaran pidana seperti Pak Kapolri sampaikan akan diproses sesuai prosedur,” ujar Dedi. 

Baca juga: Pengamat Intelijen: Kapolri Gunakan Crime Scientific Usut Kasus Brigadir J

sumber: merdeka.com