JAKARTA, HETANEWS.com - Ketua Komnas HAM RI Ahmad Taufan Damanik mengonfirmasi bahwa pasal-pasal yang disangkakan kepolisian terhadap Bharada E dalam kasus tewasnya Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat alias Brigadir J menjadi catatan penyelidikan Komnas HAM RI.

Sebagaimana diketahui dalam kasus ini, Bharada E disangkakan dengan pasal 338 KUHP Jo pasal 55 dan 56 KUHP. Pasal 338 KUHP adalah pasal yang pada pokoknya terkait tindak pidana pembunuhan.

Sementara itu, pasal 55 KUHP pada pokoknya tentang penyertaan dalam tindak kejahatan. Kemudian pasal 56 KUHP pada pokoknya menyangkut tentang perbantuan tindak kejahatan.

Namun demikian, Taufan mengatakan penentuan pasal-pasal yang disangkakan terhadap Bharada E merupakan sepenuhnya wewenang penyidik kepolisian yang mesti pihaknya hormati.

"Iya (menjadi catatan penting), tapi penentuan (pasal-pasal terhadap Bharada E) itu sepenuhnya wewenang penyidik yang mesti kami hormati," kata Taufan saat dihubungi Tribunnews.com pada Kamis (4/8/2022).

Taufan enggan menanggapi terkait seberapa signifikan penetapan tersangka dan pasal-pasalnya tersebut terhadap penyelidikan Komnas HAM.

Ketika ditanya kemungkinan Komnas HAM meminta keterangan lagi kepada seluruh Adc atau ajudan Kadiv Propam Polri nonaktif Irjen Pol Ferdy Sambo terkait tewasnya Brigadir J setelah penetapan tersangka terhadap Bharada E, Taufan mengatakan sejauh ini keterangan dari seluruh ajudan Sambo sudah cukup.

"Sementara ini sudah cukup," jawab Taufan.

Diberitakan sebelumnya Tim khusus (timsus) bentukan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo akhirnya menetapkan tersangka dalam kasus baku tembak yang menewaskan Brigadir Yoshua Hutabarat alias Brigadir J di rumah Irjen Ferdy Sambo, Kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan.

Adapun tersangka yang ditetapkan oleh Timsus Kapolri tidak lain adalah Bharada E yang diduga sebagai pelaku penembakan Brigadir J. Dia ditetapkan tersangka seusai penyidik melakukan gelar perkara.

"Dari hasil penyidikan tersebut pada malam ini penyidik sudah melakukan gelar perkara dan pemeriksaan saksi juga sudah kita anggap cukup untuk menetapkan Bharada E sebagai tersangka," kata Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (3/8/2022).

Andi menuturkan bahwa penetapan tersangka itu juga setelah penyidik memeriksa sedikitnya 42 orang sebagai saksi. Selain itu, penyidik juga melakukan penyitaan sejumlah barang bukti.

"Penyitaan terhadap sejumlah barang bukti baik berupa alat komunikasi CCTV kemudian barang bukti yang ada di TKP yang sudah diperiksa atau diteliti oleh laboratorium forensik maupun yang sedang dilakukan pemeriksaan di laboratorium forensik," ungkapnya.

Dalam kasus ini, Bharada E disangkakan dengan pasal 338 KUHP Jo pasal 55 dan 56 KUHP. Nantinya, Andi memastikan penyidikan kasus itu tidak akan berhenti sampai penetapan Bharada E sebagai tersangka.

"Pemeriksaan ataupun penyidikan tidak berhenti sampai di sini. Jadi tetap berkembang sebagaimana juga rekan-rekan ketahui bahwa masih ada beberapa saksi lain yang akan dilakukan pemeriksaan di beberapa hari ke depan," katanya.

Sumber: tribunnews.com