JAKARTA, HETANEWS.com - Pejabat Rusia di wilayah Ukraina selatan yang diduduki Moskow mengatakan lebih dari 20 orang yang diklaim kaki tangan tentara Ukraina telah ditahan, Kamis (28/7).

Penahanan itu muncul sehari setelah pasukan Ukraina menggempur jembatan utama di wilayah selatan yang menjadi jalur utama pasokan pasukan Rusia di kawasan itu.

Pemerintah boneka Rusia di Kherson menuturkan pasukannya menahan 21 kaki tangan angkatan bersenjata Ukraina dan dinas intelijan SBU di wilayah itu dan Zaporizhzhia.

Berbagai senjata dan amunisi termasuk 53 granat tangan dan lebih dari 24 kilogram bahan peledak turut disita dalam penahanan itu.

Mengutip seorang anggota penegak hukum Rusia, kantor berita RIA Novosti, melaporkan puluhan orang yang ditahan itu merupakan pasukan yang membantu militer Ukraina menyesuaikan target serangan.

RIA Novosti menuturkan pasukan kaki tangan Ukraina itu dipimpin oleh seorang koordinator perempuan.

"Mereka membantu mengarahkan tembakan roket dan artileri ke target pasukan Rusia di Kherson," bunyi laporan kantor berita Rusia tersebut seperti dikutip AFP.

Sudah lima bulan invasi berlangsung, Rusia masih menggempur habis-habisan wilayah timur Ukraina. Moskow bahkan mengumumkan memperluas wilayah invasi menjadi tak hanya di kawasan timur saja, tapi ke selatan dan mungkin barat daya Ukraina.

Sementara itu, pasukan Ukraina terus dipasok dengan senjata andalan negara Barat terutama dari Amerika Serikat guna melawan Rusia. Saat ini, pasukan Ukraina berfokus merebut kembali daerah-daerah yang telah dikuasai Rusia.

Sumber: cnnindonesia.com