JAKARTA, HETANEWS.com - Seorang pria berinisial AH ditangkap karena membuat dan menyebarkan konten video yang berisi narasi hoaks soal Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran serta Kadiv Propam Polri nonaktif Irjen Ferdy Sambo.

Pengungkapan kasus ini berdasarkan laporan seseorang berinisial MR. Laporan ini dibuat setelah pelapor melihat video yang dibuat AH dan disebar di akun snack video @rakyatjelata_98.

"Modus yang dilakukan pelaku, yang bersangkutan membuat akun snack video melakukan unggahan video yang berisi sebuah berita kabar bohong yang belum tentu kebenarannya, yang mana atas video tersebut dapat timbul keonaran dan perpecahan antar golongan berdasarkan SARA," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes E Zulpan dalam konferensi pers, Kamis (28/7).

Dalam pemeriksaan, AH mengaku bahwa narasi dalam video yang dibuatnya bersumber dari akun Twitter dan channel Telegram Opposite6890.

"Kemudian tersangka edit dengan ditambahkan redaksi suara oleh tersangka menggunakan aplikasi tertentu selanjutnya diunggah di akun snack video @rakyatjelata_98," ucap Zulpan.

Dari tangan AH, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Antara lain, satu unit handphone, satu unit ring light, serta satu akun snack video @rakyatjelata_98.

Atas perbuatannya, tersangka AH dijerat Pasal 28 ayat 2 jo Pasal 45A ayat 2 UU ITE dan atau Pasal 14 dan atau Pasal 15 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan atau Pasal 207 KUHP dengan ancaman penjara paling lama 6 tahun.

Dalam video yang diperoleh CNNIndonesia.com, tersangka membuat konten video yang membahas soal pengungkapan kasus narkoba oleh Polresta Bandara Soekarno-Hatta pada akhir tahun 2021.

Kala itu, Kombes Edwin Harianja menjabat sebagai Kapolresta Bandara Soetta. Dalam narasinya, tersangka menyebut bahwa Edwin merupakan anak kesayangan Irjen Ferdy Sambo sehingga kasus narkoba itu dihentikan penyidikannya.

Terkait kasus narkoba ini, diketahui Kasat Narkoba Polresta Bandara Soetta AKP Nasrandy dan sembilan anggotanya dicopot buntut dugaan pelanggaran disiplin.

"Keterlibatan mantan Kapolres Bandara Soekarno-Hatta Kombes Pol Edwin Harianja pada kasus pelanggaran disiplin yang jelas kejelasan kasusnya masih ditutupi oleh Polda Metro Jaya. Namun karena Kombes Edwin Harianja adalah orang kesayangan Ferdy Sambo maka kasus tersebut disenyapkan," kata tersangka AH dalam narasi video tersebut.

"Kombes Pol Edwin Harianja dicopot dari jabatannya sebagai Kapolres Bandara Soekarno-Hatta. Lalu uangnya Rp40 miliar diberikan untuk Fadil Imran sebagi Kapolda Metro karena merasa dilangkahi dan Rp10 miliar untuk Kapolres Bandara Soetta. Bagaimana nasib institut Polri jika perwiranya menjadi bekingan kartel narkoba? Copot kapolda Fadil Imran sebelum terlambat," lanjut narasi video itu.

Sumber: cnnindonesia.com