SIMALUNGUN, HETANEWS.com - Terdakwa Suyanto als Iyan (49) warga Huta III Nagori Purba Ganda Kecamatan Pematang Bandar, divonis 4 tahun denda Rp 800 juta. Jika denda tidak dibayar diganti dengan pidana penjara selama 3 bulan.

Vonis hakim lebih ringan dari tuntutan jaksa Ade Djaya Ismanto SH, 5 tahun denda Rp 800 juta subsider 6 bulan. Terdakwa dinyatakan bersalah melanggar pasal 112 (1) UU RI No 35/2009 tentang narkotika.

"Terima yang mulia," kata terdakwa dalam persidangan siang itu di Pengadilan Negeri Simalungun, Rabu (27/7/2022).

Dalam persidangan, terdakwa didampingi pengacara Josia Manik dari Posbakum PN Simalungun yang dihunjuk berdasarkan penetapan majelis hakim diketuai Nurnaningsih.

Berdasarkan fakta persidangan, kata hakim bahwa terdakwa ditangkap pada Senin 21 Pebruari 2022 sekira pukul 20.00 wib di pinggir jalan Huta I Nagori Purba Ganda. Personil Satres Narkoba Polres Simalungun Arikson Sibarani dan Leonardo Silalahi yang telah mendapatkan informasi berhasil mengamankan terdakwa yang sedang berjalan kaki menuju rumahnya.

Dari terdakwa, polisi menyita barang bukti 1 plastik narkotika jenis sabu seberat 1,33 gram (bruto). Yang diakui terdakwa baru saja dibeli dari Agus alias Blendong (DPO) seharga Rp.700 ribu.

Perbuatan terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan narkotika menjadi salah satu pertimbangan hakim dan menjadi hal yang memberatkan bagi terdakwa. Sedangkan hal yang meringankan, terdakwa belum pernah dihukum.