SIANTAR, HETANEWS.com - Mengenai acara Fasion Week yang dilakukan oleh pihak Suzuya di daerah Zebra Cross, mendapat tanggapan dari pihak Kepolisian Polres Pematang Siantar.

Dimana Kasat Lantas Polres Siantar AKP Relina Lumbangaol, menjelaskan bahwa hal yang dilakukan oleh pihak Suzuya menggunakan zebra cross sebagai tempat Fasion Week tidak diperbolehkan.

"Enggak boleh, itu mengganggu arus lalin. Kemaren kita dengar (acara fasion week) langsung kita bubarkan makanya tidak berlanjut," terang AKP Relina melalui pesan singkat whatsaap, Selasa (26/7/2022).

Ketika ditanya lebih lanjut, kalau memang dibubarkan, kenapa pihak Sat Lantas malah seperti mendukung acara tersebut dengan memberhentikan kendaraan yang ingin lewat. Dan kalau memang dibubarkan kenapa para pegawai tetap melanjutkan aksi mereka.

"Kita kan dapat info, kita komunikasikan dulu, kita sampaikan baru mereka bubar," ucapnya.

Relina juga mengaku kalau pihaknya telah memanggil Management agar meminta maaf dan tidak melaksanakan kegiatan itu lagi.

"Sudah kita panggil tadi pihak managementnya, mereka juga sudah minta maaf dan tidak melaksanakannya lagi. Ya tugas kita hanya mengingatkan, menyampaikan tidak mengulangi lagi," ujarnya.

Diberitahukan dalam hal ini pihak Suzuya telah melanggar pasal 274 ayat 1, pasal 275 UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Maka perbuatan itu sudah mengganggu fungsi jalan. Setiap orang yang melakukan perbuatan yang mengakibatkan gangguan pada fungsi jalan, rambu, marka jalan dan lain-lain dapat dipidana.

Namun saat ditanya soal hal itu, AKP Relina memilih untuk diam dan tidak membalas pesan yang dilayangkan oleh awak media ini.

Ditempat terpisah, Kasat Intel Polres Siantar AKP Arifin ketika ditanya soal ada tidaknya surat izin keramaian dalam acara tersebut, Arifin dengan tegas mengatakan tidak ada.

"Tidak ada surat izin keramaian masuk ke kami untuk acara yang dilakukan oleh pihak suzuya," tutupnya singkat.

Baca juga: Warganet Cibir Acara Yang Dibuat Oleh Suzuya, Warganet : "Acaranya Kurang Berfaedah"