MEDAN, HETANEWS.com - Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi mengaku dirinya masih bingung dalam menjalankan tugasnya selama menjadi gubernur.

Edy mengaku masih merasa seperti di planet lain meskipun sudah hampir empat tahun menjabat sebagai orang nomor 1\satu di Sumut.

"Saya seperti pindah ke planet lain, seperti kebingungan saya, padahal sudah (hampir) empat tahun saya menjabat. Awalnya tahun pertama saya rasa penyesuaian, dua tahun menyesuaikan, tapi empat tahun tak juga sesuai-sesuai," ujar Edy saat memberikan sambutan pada acara pelantikan Pengurus Wilayah Ikatan Asesor Profesional (IASPRO) di Aula Tengku Rizal Nurdin Medan, Senin (25/7/2022).

Edy pun bercerita saat masa-masa dirinya berkarir di dunia militer, dirinya dites setiap enam bulan sekali. Namun saat sudah jadi gubernur, tes tersebut tidak ada lagi.

"Saya dulu setiap 6 bulan sekali dites, SJM namanya Spesialisasi Jabatan Militer. Karena tanggung jawab pemimpin itu. Tapi sekarang siapa yang ngetes saya ini kalau saya gubernur?,"

"Harusnya saya ini dites, tapi yang ngetes jangan yang ada kepentingan. Ini soal pertanggungjawaban saya terhadap rakyat," ucapnya.

Mantan Pangkostrad itu mengaku peran asesor dalam pemerintahan provinsi sangat diperlukan. Termasuk asesor profesional yang bisa meningkatkan SDM di lingkungan pemerintahan.

"Saya membutuhkan para asesor ini. Saya ingin staf saya dites, asisten dites, semuanya dites supaya meningkat kualitas SDM. Karena SDM yang sangat berperan dalam kemajuan bangsa," kata Edy.

Edy berharap para asesor dapat menempatkan orang-orang yang berkompeten di bidangnya untuk meningkatkan kinerja pemerintah.

"Makanya saya apresiasi, kita gunakan mereka (asesor) untuk menentukan orang-orang yang tepat berada dalam jabatannya. Orang yang kompeten yang menduduki jabatannya. Tergantung kita ini sekarang bagaimana kita menyikapinya," pungkasnya.

Sumber: tribunnews.com