JAKARTA, HETANEWS.com - Badan luar angkasa nasional China, CNSA,berencana membidik asteroid 2020 PN1 yang berpotensi mengancam Bumi. Dalam misi yang akan diluncurkan pada 2026, China tampaknya menargetkan tahun 2025 untuk menjajal penangkal asteroid tersebut seperti film Armageddon.

Hal ini disampaikan Long Lehao, kepala desainer seri roket Long March China. Laporan yang disampaikan Long menunjukkan bahwa misi penabrak akan diluncurkan pada 2026 dengan roket Long March 3B.

"Misi ini akan mencakup penabrak dan pengorbit terpisah. Yang pertama akan berdampak pada objek dekat Bumi 2020 PN1 dengan pesawat ruang angkasa yang terakhir melakukan pengamatan," ujarnya seperti dikutip dari Space.com, Selasa (19/7/2022).

Misi pertahanan asteroid kinetik tampaknya mirip dengan 'misi Armageddon' dari Amerika yaitu Uji Pengalihan Asteroid Ganda atau Double Asteroid Redirection Test (DART) NASA yang akan tiba di tujuannya sekitar bulan September tahun ini.

NASA berencana mengirim penabrak kinetik ke Bulan Dimorphos dengan kecepatan 6,6 km/s untuk mencoba mengubah orbitnya di sekitar asteroid Didymos.

Tak perlu khawatir, sejauh ini tak ada bahaya mengancam berdasarkan pengamatan yang cermat oleh NASA dan banyak entitas luar angkasa lainnya.

Istilah 'berpotensi berbahaya' juga sangat kompleks, karena menggambarkan serangkaian karakteristik batuan luar angkasa yang diprediksi memiliki kemungkinan dampak yang lebih tinggi pada Bumi.

Wakil direktur CNSA Wu Yanhua menyebutkan, China mengerjakan rencana pertahanan planet yang lebih luas yang melibatkan berbagai penelitian dan studi teknis. CNSA juga merilis 'buku putih' pada bulan Januari yang membahas rencana untuk membangun sistem pertahanan objek dekat Bumi.

China adalah negara yang sebagian besar bergerak independen di ranah luar angkasa dan beberapa kali mendapat kecaman dari AS belakangan ini. NASA mengkritik China karena membiarkan sampah roket seberat 23 ton dari booster Long March 5B yang diluncurkan 2021 jatuh tak terkendali.

NASA juga menyebutkan, pihaknya tidak diizinkan untuk terlibat dalam kegiatan bilateral apa pun dengan China atau perusahaan milik China. Tak sampai di situ, NASA mengecam China begitu ambisius ingin menguasai Bulan, meski tudingan ini langsung dibantah oleh China.

Sumber: detik.com