SIMALUNGUN, HETANEWS.com - Dua terdakwa, Andi als Aan (29) dan Agung Zulkarnain (27) warga yang sama di Nagori Marihat Bandar disidangkan di Pengadilan Negeri Simalungun, Senin (18/7/2022) yang digelar secara virtual.

Agenda persidangan siang itu mendengarkan surat dakwaan jaksa Weni Julianti Situmorang, keduanya dijerat dengan pasal 114 atau kedua melanggar pasal 112 (1) Jo pasal 132 UU RI No 35/2009 tentang narkotika. Atau melanggar pasal 127 UU RI No 35/2009 tentang narkotika Jo pasal 55 (1) ke-1 KUHP.

Menurut jaksa penuntut umum, kedua terdakwa berhasil ditangkap petugas kepolisian Polres Simalungun saksi Paiduk Lumban raja, Leonardo Silalahi dan Arikson Sibarani dari simpang Dosin Kecamatan Bandar pada Rabu, 30 Maret 2022.

Petugas kepolisian yang telah mendapatkan informasi langsung menuju TKP dan melihat kedua terdakwa dengan gerak gerik yang mencurigakan. Dati genggaman terdakwa Aan disita sepaket seberat 0,26 gram.

Setelah diinterogasi petugas, Aan mengakui mau menjual sabu kepada Tepi Panjaitan (DPO). Dengan cara, sebelumnya terdakwa Aan ditelpon Tepi Panjaitan pesan sabu 1 gram. Tapi tidak ada, yang ada hanya sabu paket Rp 250 ribu.

Sabu tersebut diakui Aan diperoleh dari Adi (DPO) dengan sistem LB (laku bayar). Jika sabu terjual kemudian baru disetor. Aan mengaku sudah 3 kali menjual sabu dan ditemani terdakwa Agung.

Dakwaan tersebut dibenarkan para terdakwa dan tidak mengajukan eksepsi. Dalam persidangan, kedua terdakwa didampingi pengacara yang dihunjuk oleh majelis hakim dari Posbakum PN Simalungun, Josia Manik SH.

Untuk pembuktian dengan mendengarkan keterangan saksi-saksi, persidangan dipimpin hakim Golom Silitonga dinyatakan ditunda hingga Senin (1/8/2022).