SIMALUNGUN, HETANEWS.com - Suhanda (50) warga Kampung Dolok Nagori Serapuh Kecamatan Gunung Malela, dituntut jaksa Herman Ronald Mauritz Panjaitan selama 2 tahun, disidang PN Simalungun Kamis (14/7) yang digelar secara virtual di ruanga Chandra.

Ia dinyatakan terbukti melakukan penganiayaan kepada korban Sugiono. Melanggar pasal 351 (1) KUHP yang menyebabkan korban cacat karena jari jarinya tidak dapat berfungsi kembali.

Penganiayaan itu terjadi pada Selasa 5 April 2022 di jalan dekat persawahan di Kampung Serapuh Gunung Malela Simalungun. Sore itu, korban Sugiono bersama abangnya Wahyudi baru saja pulang bekerja sebagai pengarit padi di sawah orang.

Saat berjalan tiba-tiba dihadang oleh terdakwa dan langsung mengayunkan pisau aritnya ke arah korban. Korban menangkis pisau arit yang diancamkan oleh terdakwa, sehingga melukai jari tangan korban.

Akibatnya, jari tangan korban sampai sekarang menjadi cacat dan tidak dapat difungsikan lagi.

Alasan terdakwa melakukan penganiayaan kepada korban karena diduga pernah berselingkuh dengan istri terdakwa. Sehingga ia sudah menyimpan dendam sangat lama dan sore itu menjadi kesempatan terdakwa menganiaya korban.

Atas tuntutan jaksa, terdakwa Suhanda memohon kepada majelis hakim yang menyidangkan perkaranya itu agar dihukum seringan-ringannya. Terdakwa mengaku bersalah dan menyesal.

Untuk pembacaan vonis, persidangan dipimpin hakim Nurnaningsih dinyatakan ditunda hingga Kamis, 21 Juli 2022 mendatang.