SIMALUNGUN,HETANEWS.com - Majelis hakim Pengadilan Negeri Simalungun diketuai Anggreana ER Sormin dan 2 hakim anggota Yudi Dharma, Widi Astuti sepakat dengan jaksa. Menghukum terdakwa LP (47) dengan pidana penjara selama 7 tahun 6 bulan.

Terdakwa juga dihukum membayar denda Rp 80 juta.Jika denda tidak dibayar diganti dengan hukuman 6 bulan kurungan, disidang PN Simalungun, Kamis (14/7/2022).

LP merupakan pria beristri yang tinggal di Gaja Pokki Kecamatan Purba, terbukti mencabuli korban sebut saja Maya (nama samaran) yang masih berusi 8 tahun.

Bocah SD yang masih kelas 1 itu, dengan bijak bisa melarikan diri dari rumah terdakwa. Awalnya, terdakwa memanggil korban dengan alasan untuk menyapu rumahnya. Karena masih bertetangga dan korban memanggilnya 'Bapatua', mau saja disuruh membersihkan rumah Dengan imbalan Rp 10 ribu.

Selesai menyapu rumah terdakwa pada Minggu 27 Maret 2022, korban menerima upah Rp 10 ribu. Dan terdakwa mengatakan "Jangan terus pulang sini duduk dulu di kursi tamu," ucap terdakwa.

Saat itu, tangan terdakwa meraba-raba bagian sensitif korban dan menciumi korban. Saat terdakwa menyuruh korban masuk ke dalam kamar, korban melarikan diri sambil menangis dan ketakutan pulang ke rumah orangtuanya.

Tidak terima putrinya diperlakukan tidak senonoh oleh terdakwa, kemudian korban bersama orangtuanya melaporkan terdakwa kepada yang berwajib.

Hakim dan Jaksa Fransiska menyatakan terdakwa bersalah melanggar pasal 82 ayat (1) UURI No 17 tahun 2016 tentang Penetapan Perpu No 1 tahun 2016 Tentang Perubahan kedua atas UURI No 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak.

Selama persidangan, terdakwa didampingi pengacara prodeo yang ditetapkan majelis hakim dari Posbakum PN Simalungun Josia Manik. Atas putusan tersebut, terdakwa diberi kesempatan selama 7 hari untuk menyatakan pikir-pikir, menerima ataupun mengajukan banding.