SIANTAR, HETANEWS.com - Delapan pelaku anak yang sempat viral dikarenakan melakukan dugaan pembegalan, diantar oleh orangtuanya ke Polres Siantar, Sabtu (9/7/2022).

Delapan pelaku anak yang mayoritas masih dibawah umur, yang diketahui berinisial KV, JS, J Sagala, SP, TS, J Sianipar, J Saputra dan R Batubara, hanya dapat tertunduk lesu saat berada diruang Sat Reskrim Polres Siantar tepatnya didepan Kasat Reskrim AKP Banuara Manurung.

Dalam press rilis yang dilaksanakan oleh pihak Sat Reskrim, AKP Banuara Manurung menerangkan, bahwa hasil penyelidikan mereka sebelum terjadinya dugaan pembegalan, korban beserta teman-temannya baru saja pulang dari salah satu cafe yang berada di Kota Pematangsiantar.

"Pada saat itu korban berinisial MTA dan NS beserta dengan saksi DS dan AH hendak pulang kerumah yang berada di Perumnas Batu VI. Namun saat berada di TKP korban dan juga temannya mengendarai sepeda motor ditengah-tengah, sehingga ada lewat sepeda motor milik pelaku anak berinisial KP, JS dan JAS menggeber geber korban. Disitu korban ada cakap kotor dikarenakan tidak sedang," terang AKP Banuara Manurung dalam pemaparannya.

Seketika itu, langsung terjadi pertengkaran, hanya saja dikarenakan jumlah korban yang banyak kemudian ketiga pelaku memanggil teman-temannya sebanyak 5 orang lagi. Dikarenakan kalah jumlah korban berusaha melarikan diri.

"Namun korban MTA bersama dengan NS tidak sempat melarikan diri dan disitu terjadi perkelahian seperti kekerasan dan pemukulan. Karena tidak seimbang jumlahnya, korban pada saat itu meninggalkan sepeda motornya dan tidak ada terjadi tarik menarik disitu. Disitu juga pelaku anak membawa sepeda motor korban,"tuturnya menjelaskan kronologis kejadian.

Lebih lanjut dikatakannya, jadi disini saya pertegas bahwa tidak ada tindakan pembegalan karena pada saat kejadian tidak ada tarik menarik.

PELAKU ANAK SEMPAT MELARIKAN DIRI DARI KOTA SIANTAR

Pasca terjadinya pemukulan tersebut, kedelapan pelaku anak sempat melarikan diri dan meninggalkan Kota Pematangsiantar.

"Yang delapan orang saat kejadian itu sudah kita kantongi identitasnya. Namun dikarenakan vidio tersebut viral sehingga mereka sempat meninggalkan Kota Pematangsiantar. Namun setelah kita melakukan pendekatan kepada keluarga para pelaku anak, para orangtua langsung koperatif dan menyerahkan anaknya kepada kita," ujarnya.

Ketika ditanya lagi dengan status ke delapan pelaku anak tersebut, Kasat Reskrim menyatakan bahwa kedelapan pelaku anak akan kita lakukan wajib lapor ke Polres Siantar.

"Karena mengingat para pelaku anak masih dibawa umur dan juga masih sekolah sehingga kita mengutamakan hak-hak mereka sebagai anak sekolah,"

Banuara menjelaskan untuk kedelapan pelaku anak dikenakan dengan pasal 351 Pemukulan dan juga 363 mengambil dengan ancaman hukuman 5 tahun untuk pemukulan dan mengambil 7 tahun.

Ditempat yang sama Wakil Ketua DPRD Ronal D Tampubolon ketika berada di ruang Sat Reskrim Polres Siantar, mengatakan bahwa dirinya memohon kepada Polres Siantar agar para pelaku anak dapat melanjutkan sekolahnya.

"Kami bermohon kepada Polres Siantar bahwasannya kedelapan pelaku anak ini masih dibawah umur, dan bagaimana mereka ini bisa melanjutkan sekolah. Bahkan dalam kasus ini pihak keluarga pelaku anak dan juga dengan pihak korban sedang melakukan perdamaian," tutupnya singkat.