SIMALUNGUN, HETANEWS.com - Jaksa Harisdianto Saragih dari kejaksaan Negeri Simalungun mendakwa 5 pelaku sindikat pencurian truk di Simalungun, termasuk penadahnya. Ke-5 pelaku diadili di sidang Pengadilan Negeri Simalungun, Rabu (6/7/2022).

Para terdakwa, masing masing disidangkan dalam berkas terpisah sesuai peranannya melakukan kejahatan. Ke-5 terdakwa, Rivi Hamdani (42) warga Deli Serdang,

Gunawan als Waras (41) dan Muhammad Yunus (31) masing-masing warga Batubara, Ropandi (52) warga Bosar Maligas Simalungun dan Terry Sury (54) warga Medan sebagai penadah.

Menurut dakwaan jaksa, para terdakwa mengendarai mobil Xenia BK 1578 OH melintas di depan Kilang Padi CV Jasa Bumi di Nagori Boluk Bosar Maligas dan melihat banyak truk terparkir. Lalu menuju rumah terdakwa Ropandi yang berjarak 1 km dari lokasi Kilang Padi.

Setelah mengatur strategi, terdakwa Gunawan bersama M Yunus dan Novi (DPO) masuk ke Gudang diantar Ropandi dan berhasil mengambil sebuah truk bermuatan 41 karung padi.

Truk BK 9220 TO dibawa menuju Batang Kuis diikuti mobil Xenia yang dikendarai terdakwa Rivi Hamdani.

Sampai di daerah Pagurawan, Gunawan dan Rivi Hamdani bertukar posisi. Sedangkan 41 karung goni berisi padi dibuang dipinggir jalan dan menghubungi terdakwa Terri Sury sebagai penampung truk.

Truk dijual seharga Rp.60 juta, sebagai tanda jadi diserahkan kepada Rivi Hamdani Rp 10 juta,sisanya dibayar setelah truk dijual secara cincang. Lalu diberikan kepada Gunawan Rp. 15 juta dan 25 juta.

Ropandi dan Andreo masing masing mendapatkan bagian Rp. 5 juta. Akibatnya, saksi korban mengalami kerugian Rp 200 juta dan 41 karung goni seharga Rp.215.043.250.

Para terdakwa dijerat jaksa melanggar pasal 363 (1) ke-3,4 KUHP, sedangkan penadahnya melanggar pasal 480 (1) KUHP.

Dalam persidangan para terdakwa menghadap sendiri, hanya terdakwa Gunawan dan M Yunus didampingi Suroso.

Namun masih belum melengkapi surat kuasa khusus sehingga persidangan ditunda untuk mendengarkan keterangan saksi-saksi.

"Untuk pembuktian, persidangan ditunda hingga Senin (11/7/2022) mendatang," kata ketua majelis hakim Anggreana ER Sormin didampingi hakim anggota Aries Ginting dan Dessy Ginting.