SIANTAR, HETANEWS.com - Kejaksaan Negeri Pematangsiantar sekali lagi menyelesaikan perkara pidana melalui Restoratif justice (RJ). Penyelesaian melalui RJ merupakan perdana di tahun 2022, meski sebelumnya di tahun 2021 sudah ada beberapa kasus yang diselesaikan tanpa proses persidangan.

Penyelesaian perkara Penganiayaan secara RJ dilakukan di rumah Restoratif justice bertempat di salah satu ruang kantor DPRD Siantar, Jalan H Adam Malik Siantar.

Demikian dikatakan Kajari didampingi Kasi Pidum Edi Tarigan SH MH dan jaksa Anna Lusiana SH kepada wartawan, Selasa (5/7/2022) di kantornya.

"Jadi,Kejari Siantar sudah memiliki rumah RJ, tempatnya ada di salah satu ruang di kantor DPRD Siantar. Sehingga untuk penyelesaian perkara melalui RJ dilakukan disana. Dimana dalam penyelesaian perkara melalui RJ dipertemukan kedua belah pihak yakni pelaku dan korban,jaksa sebagai mediator didampingi pemerintah setempat seperti kepala desa/lurah dan tokok masyarakat," jelasnya.

Ana Lusiana menambahkan, perkara penganiayaan yang berhasil didamaikan antara adik dengan kakak. Salah satu keluarga di Kelurahan Bantan, dan 2 bersaudara tersebut sepakat melakukan perdamaian.

"Berawal dari permasalahan rumah setelah ditinggalkan orangtua, si adik tidak bisa menahan emosi langsung mendatangi rumah yang ditempati kakak nya dan melakukan pemukulan. Maka di kakak tanpa berpikir panjang langsung melaporkan kejadian ke Polres," jelas Ana singkat.

Dalam mediasi tersebut, sang Kakak mengaku menyesal karena terlalu cepat membuat laporan. Bahkan sang adik pun sudah minta maaf.

Kasi Pidum Edi Tarigan juga menambahkan, Penyelesaian perkara melalui RJ tersebut selanjutnya akan dilaporkan kepada pimpinan, bahwa kasusnya sudah ditutup dituangkan dalam berita acara.