SIANTAR, HETANEWS.com - Ronald Simatupang (35) warga jalan Tepian Kelurahan Aek Nauli Siantar Selatan dituntut 6,6 tahun. Juga denda Rp 800 juta, jika tidak dibayar diganti pidana penjara selama 6 tahun.

Ia dipersalahkan jaksa melanggar pasal 112 (1) UU RI No 35/2009, disidang PN Siantar, Selasa (28/6/2022). Karena saat ditangkap pada Sabtu,19 Pebruari 202, ia sedang memiliki 1 gram sabu.

Sabu tersebut diperoleh dari Pardede (DPO) dengan sistem Laku Bayar. Artinya setelah sabu habis terjual, baru kemudian uangnya disetorkan.

Sebelumnya, terdakwa Ronald juga menyetorkan uang hasil penjualan sabu sebanyak Rp 350.000.- Dari sabu yang dipesan pada Rabu,16 Pebruari 2022.

Saat itu ia memesan sabu dan membagi menjadi 12 paket. Setelah terjual ia menyetorkan uang Rp 500 ribu dan 350 ribu. Sudah lunas, ia pesan lagi hingga ditangkap saat menuju rumahnya.

Ronald ditangkap di jalan Pdt JW Saragih dengan barang bukti sabu yang disimpan dalam kotak Gudang Garam. Ia sudah sering bertransaksi dengan Pardede. Tak jarang ia menggadaikan hapenya sebagai jaminan kepada Pardede.

Dalam persidangan, terdakwa didampingi pengacara BBH USI dari Posbakum PN Siantar Erwin Purba SH MH. Secara lisan memohon kepada hakim agar hukumannya diringankan. Dengan alasan menyesali perbuatannya dan berjanji akan bertaubat.

Hal yang memberatkan terdakwa menurut jaksa Selamat Riyadi karena tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan narkoba.

Untuk pembacaan vonis, persidangan dipimpin hakim Irwansyah P Sitorus dinyatakan ditunda hingga Selasa (5/7/2022).