SIMALUNGUN, HETANEWS.com - Lahan 257 ha yang akan di Konversi/peralihan Kebun Teh Bah Butong ke kebun Sawit menjadi pembahasan dan penolakan oleh masyarakat Bah Butong, kecamatan Sidamanik, Kabupaten Simalungun, Senin (27/6/202).

Hal disampaikan masyarakat Bah Butong di salah satu warung kopi yang berada di lingkungan/sekitar Kebun Teh. Masyarakat yang terakhir diketahui bernama Jono menyayangkan kalau pihak PTPN IV dan Pemerintah Kabupaten Simalungun akan mengganti Kebun teh tersebut.

"Sidamanik ini terkenal dengan kebun teh nya. Ngapain mesti di ganti menjadi kebun sawit," ujarnya saat bercerita dengan media ini.

Selanjutnya, masih kata Jono meminta agar Pemkab Simalungun beserta masyarakat Simalungun agar bersama - sama memperjuangkan agar Kebun teh tidak di ganti dengan kebun sawit. Karena menurutnya hal yang terjadi di Pane Tonga tidak terjadi di Sidamanik.

"Kita lihatlah yang sekarang di Pane Tonga keadaan nya seperti apa. Sewaktu di sana kebun teh tidak pernah banjir dan jalan nya tidak separah yang sekarang. Di tambah lagi perubahan cuaca yang awalnya sejuk akan menjadi panas. Kita masyarakat Sidamanik tidak mau hal tersebut terjadi," pintanya.

Jono juga mengatakan kalau daerah Sidamanik sudah menjadi tempat wisata yang sangat diminati oleh masyarakat baik masyarakat Simalungun maupun masyarakat luar Simalungun.

"Kita lihatlah yang sekarang. Kebun teh ini sudah sangat di minati oleh masyarakat yang ingin berwisata. Karena udaranya yang sejuk dan juga pemandangan yang sejuk juga. Seharusnya Pemkab Simalungun melihat hal tersebut dan memperjuangkan agar PTPN IV tidak merubahnya," ujarnya.

Jono juga bercerita kalau dia sering memanfaatkan keramaian para pengunjung untuk menjajal kan hasil pertaniannya. Seperti pada saat musim durian. Dia sering berjualan di sekitar kebun teh untuk menawarkan hasil pertaniannya.

"Saya sendiri aja sangat terbantu dengan kebun teh yang sekarang. Yang di mana dengan Kebun teh yang semakin banyak di kunjungi para pengunjung saya lebih mudah menawarkan hasil pertanian saya. Jadi kalau di ganti jadi kebun sawit otomatis Sidamanik ini tidak akan di kunjungi wisata lagi. Dan ujung nya kita para Petani kan balik lagi menawarkan hasil pertanian meski ke kota," jelasnya.