HETANEWS.com - Ze Valente sudah bergabung bersama skuad PSS Sleman. Pemain berkebangsaan Portugal itu masih dalam proses adaptasi dengan lingkungan sekitar.

Ze Valente menyorot suasana jalanan di Indonesia, khususnya Kabupaten Sleman. Menurutnya, dibandingkan dengan di Portugal, di Sleman lebih banyak sepeda motor wara-wiri. Selain itu, lebih banyak lampu lalu lintas yang ia nilai menghambat perjalanan.

''Kondisi lalu lintas Indonesia [Sleman] sangat berbeda dengan di Portugal. Di sini, banyak sepeda motor dan lampu lau lintas,'' kata Valente, dikutip dari laman resmi PSS.

''Bagi saya perjalanan dua kilometer di Portugal hanya membutuhkan waktu dua menit. Namun di Sleman, saya butuh 15 menit. Menurut saya itu adalah masalah kebiasaan saja,'' lanjutnya.

Pada Senin (20/6) lalu, Ze Valente sudah melakoni sesi latihan bersama PSS. Ia bertekad untuk cepat beradaptasi dan memberikan kontribusi maksimal kepada tim.

''Latihan hari ini berjalan pagi. Jauh lebih intens dibandingkan dengan latihan pertama. Secara bertahap saya merasa lebih baik serta terus bekerja keras agar menemukan performa yang terbaik secara fisik maupun permainan yang terus meningkat,'' katanya.

''Saat ini saya beradaptasi dengan baik. Ada banyak pemain hebat di tim ini yang membantu saya. Harapannya bisa membantu mereka juga dari permainan saya,'' tambahnya.

Untuk saat ini fokus utama Valente adalah untuk mengembalikan kebugaran fisik. Pasalnya, Valente sudah cukup lama istirahat usai kompetisi di Portugal rampung.

''Saya datang ke Sleman hampir tanpa persiapan fisik sama sekali karena kompetisi di Portugal berakhir pertengahan Mei. Saya berharap bisa membantu rekan satu tim meraih kemenangan dalam kondisi seperti ini,'' ungkap Ze Valente.

''Tetapi semua hal itu harus dilakukan dengan efektif dan fokus saat ini adalah untuk mendapatkan kondisi fisik terbaik saya,'' jelasnya.

Ze Valente adalah pemain yang sudah malang melintang bersama tim-tim Portugal. Menurut Transfermarkt, ia pernah bermain bersama tim Penafiel, Estoril Praia, Desportivo Aves, Vizela, Pacos Ferreira dan Paredes.

sumber: kumparan.com