HETANEWS.com - Aksi penolakan terhadap konversi lahan teh ke kebun sawit seluas 257 Ha di Kebun Teh Bah Butong Sidamanik, Kabupaten Simalungun terus berlanjut. 

Kali ini Aliansi Gerakan Simalungun melakukan unjuk rasa di Kantor Direksi PTPN IV dan di Kantor DPRD Sumatera Utara di Medan, Kamis 23 Juni 2022.

Saat unjuk rasa, massa menuding alasan Direksi PTPN IV melakukan konversi lahan karena adanya penggarapan lahan oleh masyarakat hanya akal akalan.

Sebaliknya, massa menyebut adanya penelantaran lahan HGU yang dilakukan oleh pihak PTPN IV selama ini, terindikasi merugikan keuangan negara.

“Lahan HGU yang diberikan oleh Negara kepada PTPN IV kami nilai tidak digunakan sebagaimana untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat Simalungun,” kata Koordinator Aksi Nico Natanael Sinaga dalam keterangan tertulis.

Ia mengatakan seharusnya lahan HGU ratusan hektar dikelola oleh perusahaan secara optimal dan menghidupi pekerja kebun teh di Sidamanik. 

Oleh sebab itu pihaknya menyatakan sikap dan mendesak pemerintah segera mencopot Dirut PTPN IV dan meminta DPRD Sumut segera memanggil pihak PTPN IV untuk mengevaluasi rencana kebijakan alih fungsi lahan tersebut.

“DPRD Sumatera Utara agar mendesak Pemerintah segera mencopot Direktur Utama PTPN IV karena telah menciptakan kegaduhan dengan membuat rencana kebijakan konversi teh ke sawit di kebun Bah Butong,” katanya.

Pihaknya juga mendorong DPRD Sumut  untuk mengembalikan jenis tanaman kebun sawit menjadi tanaman kebun teh di Kebun Marjandi, Kecamatan Panei, Kabupaten Simalungun.

“Pemerintah segera mencabut Izin HGU PTPN IV karena kami nilai kebijakan konversi tanaman teh ke sawit memberikan dampak buruk kepada masyarakat Simalungun,” jelasnya.

Di Kantor Direksi PTPN IV massa diterima oleh Humas. Kordinator Aksi menyerahkan pernyataan sikap beserta dokumen tentang dampak banjir di Simalungun.

Kemudian Humas PTPN IV menerima dokumen tersebut dan berjanji akan mengirimkan tanggapan.

Sebagaimana diketahui, PTPN IV  telah mengkonversi tanaman teh ke kelapa sawit di area Kebun Marjandi, Kecamatan Panei, Kabupaten Simalungun pada tahun 2006.

Pada tahun 2022, PTPN IV berencana mengkonversi area kebun teh seluas 257 Ha di area Kebun Bah Butong, Kecamatan Sidamanik, Kabupaten Simalungun.